unik

Petugas KPPS Gunakan Kostum Punokawan

punokawan

KARANGSAMBUNG – Beragam cara untuk menarik warga agar menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2015. Seperti petugas di TPS Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, mengenakan kostum punokawan pada tokoh pewayangan, Rabu (9/12).

Sebanyak empat Petugas Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) itu mengenakan kostum punokawan, mulai dari tokoh Semar, Bawor, Petruk dan Gareng. Tentu saja cara unik ini ampuh menarik warga sekitar untuk mencoblos di tempat pemungutan suara tersebut.

Selain memakai kostum punokawan, TPS yang dibangun di pasar desa setempat itu juga menyuguhkan tembang-tembang jawa. Dan di pintu masuk TPS yang menggunakan tenda itu, dihiasi janur kuning. Sehingga euforia adat Jawa sangat kental di TPS ini.

Ketua KPPS TPS 3 desa setempat, Julifan, mengatakan pemakaian kostum wayang ini dimaksudkan untuk menarik warga sekitar agar menggunakan hak suaranya untuk memilih tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati itu, sehingga dapat mengurangi angka golput. Selain itu, kostum wayang juga dapat melestarikan budaya Jawa.

“Dengan adanya kostum seperti ini sangat efektif guna menarik perhatian calon pemilih,” kata Julifan, kepada Kebumen Ekspres, Rabu (9/12).

Menurut Julifan, terobosan baru itu cukup efektif untuk mengundang warga agar menggunakan hak pilihnya. Itu terbukti baru pukul 09.00 WIB, jumlah warga yang sudah menggunakan hak pilihnya sudah mencapai 40 persen lebih dari daftar pemilih tetap (DPT).

“Harapannya bisa mencapai 90-100 persen. Ini baru pertama kali, paling tidak berbeda dan unik,” ujarnya.

Dalam TPS ini terdaftar pemilih tetap sebanyak 540 warga, dengan rincian 227 pemilihan perempuan dan 263 pemilih laki-laki. Barinah, salah satu warga setempat mengaku sangat terkejut melihat TPS unik itu. Dia mengaku baru kali ini ada TPS unik di desanya. ” Ini bagus, kreatif jadi warga kan kepingin liat kesini. Terus mau nyoblos,” ucapnya.

Pilbup Kebumen digelar pada 9 Desember kemarin. Ada tiga pasangan calon akan berebut pucuk pimpinan Kabupaten Kebumen, yaitu pasangan calon nomor urut 1 Khayub Mohamad Lutfi-Akhmad Bakhrun (PKS, Nasdem dan Golkar).

Selanjutnya, calon nomor urut 2 Mohammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz (PAN, PKB, Gerindra dan Demokrat), dan calon nomor urut 3 Bambang Widodo-Sunarto (PDIP dan Hanura).

Sedangkan jumlah pemilih berdasar Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang memiliki hak suara sebanyak 1.076.596 jiwa. Adapun jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 2.385 TPS yang tersebar di 460 desa/kelurahan se-Kabupaten Kebumen.(ori/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Unik, Kelapa Bertunas Tiga Tumbuh di Ayamputih

Kelapa bertunas tiga milik Kasijo (40), warga RT 05 RW 03 desa Ayamputih, Kecamata Buluspesantren

Kelapa bertunas tiga milik Kasijo (40), warga RT 05 RW 03 desa Ayamputih, Kecamata Buluspesantren

BULUSPESANTREN – Lazimnya orang mengenal dan melihat kelapa tua bertunas satu. Namun tunas kelapa yang dimiliki Kasijo (40), warga RT 05 RW 03 desa Ayamputih, Kecamata Buluspesantren ini tergolong unik. Bila kelapa umumnya bertunas satu, sebiji kelapa milik Kasijo ini memiliki tiga tunas sekaligus.

Tak ayal, keanehan dan keunikan tunas kelapa milik pria yang sehari-hari bertani itupun menjadi tontonan warga sekitar. Dalam beberapa bulan terakhir, warga beramai-ramai mendatangi rumah pria itu untuk menyaksikan keunikan pohon kelapa itu.

Ketiga tunas itu tumbuh di atas buah kelapa. Menariknya, ketiga tunas kelapa itu tumbuh normal. Hanya, tunas yang tumbuh ukurannya ada yang lebih tinggi dari yang lain. Sejak empat bulan lalu, tunas kelapa itu tumbuh di pekarangan rumah Kasijo.

“Tidak ada keanehan sebelumnya, dan hanya terlihat seperti layaknya kelapa biasa, yang tergeletak dipekarangan rumah sampai tumbuh tunas sekitar 4 bulan lalu,” kata Paijo seperti disampaikan Safitri melalui rilisnya, Rabu (17/6/2015).

Kasijo mengaku akan memelihara dan merawat tunas kelapa itu. “Saya akan merawat tunas ini sampai menjadi pohon kelapa, dan akan saya pindahkan ke sawah agar mendapatkan sinar matari lebih banyak.” ujarnya.

Dari sejumlah sumber, fenomena kelapa bertunas tiga sekaligus tergolong langka. Bagi sebagian orang yang memilikinya dipercaya sebagai lambang kemakmuran. Oleh sebab itu, ada pihak-pihak yang berani menawarnya dengan harga jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu pemilik pohon kelapa Parji, warga RT 7 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur mengaku pohonnya pernah ditawar Rp 100 juta. “Saya tidak menyesal menolak tawaran itu, sebab setelah pohon saya pelihara sampai dewasa, rejeki saya terus mengalir,” katanya seperti dilansir Tribunnews.com. (cah/ kebumenekspres.com /LintasKebumen©2015)

Aneh.. Ada Nanas Dempet 10

Nanas dempet sepuluh milik Wahyu Karyono. (Foto: Sukmawan)

Nanas dempet sepuluh milik Wahyu Karyono. (Foto: Sukmawan)

ALIAN – Pohon nanas dengan buah dempet sepuluh dalam satu tangkai, menghebohkan warga Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Karena keanehannya, setiap hari selalu ada warga yang datang untuk membuktikan.

Nanas aneh tersebut tumbuh di kebun nanas milik Wahyu Karyono (42) di Dusun Kalikudu, Desa Kalirancang, Kecamatan Alian. Bibit pohon nanas dengan buah aneh itu, ditanam Wahyu dari anakan yang diperoleh dari Taman Buah Mekarsari Bogor tahun 2010.

“Dempet sepuluh baru pertama kali ini terjadi. Kalau hanya dempet dua, sudah sering,” ungkap Wahyu, Rabu (21/1/2015) sore.

Buah nanas aneh milik Wahyu kini menjadi objek penelitian Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun). Jika memungkinkan, pohon nanas dengan buah aneh itu akan dikembangkan untuk memperkaya khasanah keanekaragaman hayati di Kabupaten Kebumen. (Suk/ KRjogja.com /LintasKebumen©2014)