Pesisir Selatan

Ayah – Puring – Petanahan – Klirong

Pencari Lobster Tenggelam di Pantai Karangsuren

tenggelam

AYAH – Seorang pencari udang lobster di Kecamatan Ayah dilaporkan tenggelam setelah diduga terseret gelombang tinggi di Pantai Karangsuren Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Sabtu (21/1/2017). Hingga siang ini korban belum ditemukan.

“Korban atas nama Soiman alias Gendon (34), warga Desa Karangduwur RT05/ RW01, Kecamatan Ayah,” kata Koordinator Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyon.

Kejadian bermula saat korban meningglkan rumah untuk mencari lobster pada Sabtu pagi sekira pukul 06.00 WIB. Namun hingga waktu pulang korbana tak kunjung kembali. Kemudian Sutrisno (28) adik korban memutuskan untuk menyusul korban di pantai yang dominan karang tersebut.

Sesampainya di lokasi, Sutrisno tak menemukan korban. Ia hanya menemukan sepeda motor, tas dan peralatan mencari lobster milik korban. Curiga korban terseret ombak, ia pun memberitahukan kejadian tersebut ke tim SAR Lawet Perkasa untuk meminta bantuan dan melaksanakan operasi pencarian.

Mulwahyon mengatakan operasi pencarian korban tenggelam di Pantai Karangsuren itu juga melibatkan personel Polsek Ayah, Koramil Ayah, Pos TNI Angkatan Laut, dan potensi SAR lainnya termasuk warga sekitar. (ant/lintaskebumen)

Pantai Laguna Bopong, Alternatif Baru Wisata Kebumen

laguna-bopong

PURING – Kebumen merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang juga dikenal dengan berbagai potensi wisata bermacam-macam. Tempat-tempat seperti Goa Jatijajar, Pantai Menganti atau Pantai Suwuk biasanya langsung dituju ketika liburan ke Kebumen.

Tempat-tempat itu memang menarik untuk dikunjungi. Tetapi pernahkah berpikir tentang destinasi wisata lain di Kebumen yang mungkin mempunyai pesona tak kalah dari tempat-tempat wisata yang telah disebutkan tadi?

Nah, jika sudah ada pikiran seperti itu, bersiaplah untuk terpesona terhadap tempat wisata baru di Kebumen ini yang sedang hits dan pantas untuk dicoba. Tempat wisata baru yang hits salah satunya adalah Pantai Laguna Bopong.

Pantai Bopong sudah dikenal sejak lama namun baru-baru ini menjadi hits dengan penambahan objek seperti Jembatan Asmara, Ayunan Kasih, Rumah Pohon, Replika Love, dan ada juga Kolam Renang.

Pantai Laguna Bopong terletak di Desa Sirorejan, Kecamatan Puring, Kebumen. Sebagai wisata baru yang belum terkelola maksimal, pengunjung yang datang ke Pantai Bopong tidak akan dikenakan biaya masuk hanya dikenakan biaya parkir Rp 2 ribu.

“Wisatanya bagus Mas, ini datang bersama teman sekolah,” ungkap Una, salah satu pengunjung, Minggu (16/10/2016). Untuk bisa merasakan eksotisme Pantai Bopong tersebut hanya dibutuhkan waktu kurang lebih setengah jam dari Kota Kebumen. (Lukman/Sorotkebumen.com)

Unik, Jembatan Pelangi Patemon Sedot Banyak Wisatawan

jembatan-patemon
AYAH – Beberapa waktu terakhir ini banyak bermunculan destinasi wisata baru di Kebumen, salah satunya yang sedang hits khususnya dikalangan muda mudi, yakni wisata alam Patemon, yang memadukan eksotisme laut dan hutan.

Tak terbantahkan lagi, Kebumen memang menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang kaya akan destinasi wisata. Kabupaten Kebumen sendiri mempunyai letak geografis yang unik, selain menjadi Kabupaten yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia, juga memiliki banyak pegunungan kapur yang berada tepat di bibir lautan.

Khususnya di wilayah Kebumen bagian barat, yakni kawasan Kecamatan Ayah dan sekitarnya. Lika-liku jalan yang membentang bak tubuh seekor ular diantara bukit-bukit kapur dan hamparan samudra hindia tentu saja mengukir kesan tersendiri bagi wisatawan.

Seperti halnya saat kita ingin mengunjungi destinasi wisata yang baru seumur jagung ini, yakni objek wisata alam Patemon yang berada di RT 02/01 Desa Pasir, Kecamatan Ayah.

Menurut Suratman, Ketua RT setempat yang juga sekaligus sebagai kepala pengelola obyek wisata Patemon tersebut, inisiatif pembukaan destinasi wisata baru diwilayah tersebut, mulai muncul saat para pemuda khususnya dan warga RT setempat umumnya pada tanggal 17 Agustus 2016 lalu, mengadakan pertemuan yang membahas potensi alam yang ada di wilayah RT setempat.

“Setelah warga setempat dengan bulat berkomitmen ingin membangun dan membuka destinasi wisata baru di Rt tersebut, tak lama kemudian, mulailah sedikit demi sedikit pembangunan di lancarkan,” ujar Suratman saat ditemui sorotkebumen di lokasi wisata, Jumat (21/10/2016)

Terdapat banyak menu keindahan, lanjut Suratman, yang kita suguhkan kepada para tamu wisatawan, diantaranya, panorama patung penyu ya ada di atas bukit yang mana di kaki bukit tersebut sering menjadi tempat persinggahan penyu liar saat musim bertelur tiba.

“Yang paling diminati para penggemar selfie dan photography khususnya dan wisatawan umumnya ialah jembatan pelangi yang berada bak diatas laut dan awan, meski tak sedikit pula yang berkunjung ke gardu pandang, gazebo cinta dan pendopo wisata yang berada tidak jauh dari jembatan pelangi tersebut,” ungkapnya.

Dirinya mengutarakan, meski pembangunan wisata belum mencapai 90 persen dan baru berumur kurang lebih satu bulan, wisatawan yang berkunjung sudah mencapai ratusan dan tak tanggung-tanggung tercatat ada beberapa wisatawan dari luar Jawa yang menyempatkan diri untuk mengunjungi Wisata Patemon tersebut.

“Pembangunan destinasi wisata patemon ini memang ditopang oleh semangat kemandirian dan komitmen yang kuat tanpa bergantung pada investor dan pemerintah, hal ini dapat dilihat dari para penanam saham sendiri yang terdiri dari 34 warga setempat, dan masing-masing menanam saham sebesar satu juta,” ucapnya

Suratman menambahkan, mulai dari dana 34 juta itulah, pondasi wisata tersebut bisa kita bangunkembangkan. “Wisata ini kita kelola diatas prinsip berdikari dengan didukung oleh semangat dari, oleh, dan untuk kita,” tegasnya. (Syarief/Sorotkebumen.com)

Menatap Keindahan Laut Selatan dari Bukit Wanalela

wanalela

AYAH – Potensi wisata di selatan Kabupaten Kebumen seolah tak ada habisnya untuk digali. Satu per satu lokasi yang dirintis untuk objek wisata terus bermunculan. Salah satu lokasi yang menawarkan panorama alam dan landscape pantai selatan dari ketinggian adalah Bukit Wanalela.

Bukit Wanalela yang berada di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kebumen saat ini mulai dipoles warga setempat. Salah satunya dengan dibangun dua gardu pandang yang memanfaatkan pohon yang tumbuh di area hutan yang dikelola Perhutani tersebut.

Ya, lokasi objek wisata ini memang sangat strategis, karena berada di tepi jalan antara Pantai Pedalen, Desa Argopeni dan Pantai Logending, Ayah. Tanpa gardu pandang, lokasi ini sebenarnya sudah sangat bagus untuk menikmati pantai selatan.

Ditambah dengan dibangunnya gardu pandang, lokasi ini nyaris sempurna untuk menikmati keindahan laut selatan dari atas ketinggian. Dari lokasi ini terlihat Semudera Indonesia, Pantai Logending, Pantai Jetis Cilacap, termasuk aliran Sungai Bodo yang bermuara di Pantai Logending.

Hijaunya hutan mangrove dan perahu-perahu di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Logending juga terlihat jelas. Pemandangan nelayan yang akan melaut maupun pulang terlihat menerjang besarnya ombak pantai selatan. Dalam mengembangkan objek wisata itu, warga mendesain Bukit Wanalela secantik mungkin.

Salah satunya dengan membuat gardu pandang menggunakan papan berbentuk anak panah. Tak hanya digunakan untuk menikmati pemandangan alam, pengunjung juga memanfaatkan lokasi tersebut untuk berswafoto.

Menikmati Sunset

Lokasi paling sempurna untuk menikmati suasana pantai dari ketiggian itu adalah pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari suasananya cukup indah, bukit Wanalela diselimuti kabut selayaknya berada di pegunungan.

Sedangkan pada sore hari, saat cuaca cerah pengunjung dapat menyaksikan keindahan matahari tenggelam di garis cakrawala. “Menikmati sunset di sini sangat luar biasa,” ujar Hudi Wasono, warga Desa Krakal, Alian yang mengunjungi lokasi tersebut bersama istri dan anaknya.

Sebenarnya, pengembangan wisata Bukit Wanalela baru dikerjakan. Sehingga desain yang dikemas belum terlalu sempurna. Meski demikian, wisata Bukit Wanalela sudah mulai ramai didatangi pengunjung lokal Kebumen, khususnya pada hari libur.

Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Path berpengaruh besar terhadap popularitas lokasi ini. Rencananya ke depan warga akan menambahkan bangunan-bangunan dengan desain unik untuk menarik pengunjung.

“Dengan dikembangkannya wisata Bukit Wanalela, kami berharap menambah destinasi wisata di kawasan Pantai Ayah. Selain itu, keberadaan wisata baru ini juga dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar,” tutur Wahyudi warga Desa Argopeni. (Supriyanto-32/Suaramerdeka.com)

Buka Kantor Kas Baru, Bank Jateng Kebumen Perluas Jaringan

bank jateng2

PETANAHAN – Bank Jateng Cabang Kebumen terus memperluas jaringan dan meningkatkan pelayanan. Guna mendekatkan kepada para nasabah, Bank Jateng membuka Kantor Kas di Kecamatan Petanahan.

Kantor Kas Petanahan yang berada di Jalan Klirong-Petanahan persisnya di depan Kantor Kecamatan Petanahan itu beroperasi sejak Selasa (15/12). Kantor kas itu merupakan peningkatan status payment point yang menjadi satu dengan kantor kecamatan dan sekarang menempati kantor sendiri.

Kepala Bank Jateng Cabang Kebumen Khasan Anwar menyampaikan, dengan meningkat status menjadi kantor kas, pelayanan juga mejadi semakin luas. Kantor Kas melayani mulai simpanan baik giro, tabungan, deposito, termasuk pengajuan kredit, DPLK hingga pengiriman uang.

”Nasabah yang berada di Kecamatan Petanahan dan sekitarnya seperi Puring dan Klirong tidak harus jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan perbankan,” ujar Khasan Anwar kepada Suara Merdeka usai syukuran beroperasinya kantor kas tersebut, Senin(14/12) sore. (Supriyanto/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

TNI Tinggikan Jalan Dukuh Beji

babinsa petanahan

PETANAHAN – Jalan Dukuh Beji RT 01 RW 01, Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan, Kebumen ditinggikan. Pelaksanaan kegiatan itu melalui karya bhakti TNI Manunggal dengan rakyat, Senin (14/12).

Dalam kesempatan itu, sekaligus dibangun talut. Personel Koramil Petanahan dan Kodim 0709/ Kebumen yang terlibat dalam karya bhakti tersebut sebanyak 40 orang sedangkan dari warga Desa Karangrejo 50 orang. Mereka antusias mengikuti karya bhakti.

Kendati diliputi hujan, kegiatan tersebut tetap berlangsung. Bahkan kian menambah semangat anggota TNI dan warga untuk meninggikan jalan dan membangun talut.

Untuk peninggian jalannya dengan diuruk pasir. Pengambilan pasirnya menggunakan tiga truk. Selanjutnya dipadatkan dan diratakan menggunakan cangkul dan skop. Peralatan tradisional tersebut disediakan sebanyak 50 cangkul dan 25 sekop.

Dua Hari

Peninggian jalan sepanjang 125 meter dengan lebar 4 meter itu tidak memakan waktu lama karena dilakukan anggota TNI yang terlatih. Begitu juga dengan pembuatan talut sepanjang 250 meter.

”Penanganan yang dilakukan anggota TNI dan warga ini sangat cepat. Hanya dua hari saja,” kata Saefudin (46), warga Desa Karangrejo sembari mengatakan, setelah karya bhakti kemarin dilanjutkan pada Selasa (15/12).

Hadir Muspika Petanahan, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa Karangrejo. Para pejabat di tingkat kecamatan dan desa itu pun terjun langsung dalam karya bhakti itu.

Danramil Petanahan Kapten Inf Agus Handoyo mewakili Dandim 0709/ Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya mengatakan, peninggian jalan tersebut mencapai 0,5 meter. Peninggian jalan dan pembangunan talut itu hasil swadaya masyarakat atas motivasi dari TNI.

”Kami berupaya tampil di depan dalam membantu kesulitan masyarakat,” tegas Kapten Agus. Dijelaskannya, sebelum jalan tersebut ditinggikan, kondisinya gampang becek saat terjadi hujan.

Selain itu menjadi tempat genangan air sehingga mengganggu pengguna jalan yang melintas jalan tersebut. Kini setelah ditinggikan dapat dilalui dengan mudah. Ke depan diharapkan ditingkatkan lagi dengan pengaspalan.( K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Peringatan Hari AIDS Sedunia, Peserta Ditantang Tes HIV

hari aisd

PETANAHAN – Sebanyak tiga ribu peserta mengikuti jalan sehat memperingati hari AIDS Sedunia, Sabtu (12/12). Mereka ditantang untuk tes HIV. Tulisan ”Keren itu yang berani tes HIV” menghiasi panggung hiburan yang berada di lokasi star dan finis jalan sehat di Pantai Petanahan, Kebumen.

Kegiatan yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kebumen itu meriah. Dan tak sedikit peserta yang mengikuti tes HIV melalui layanan yang disediakan.

Dengan adanya peringatan Hari AIDS tersebut, diharapkan masyarakat ikut andil dan berperan secara langsung untuk menanggulangi penyebaran HIV/- AIDS. Pasalnya, tanpa peran serta masyakat penyebaran HIV/AIDS akan semakin sulit dikendalikan.

Acara tersebut dihadiri Pj Bupati Kebumen Arief Irwanto dan Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya serta Sekda Adi Pandoyo. Ketua Panitia Pelaksana Marlan mengatakan, jalan sehat ini merupakan puncak peringatan Hari AIDS sedunia.

Sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Sarasehan HIV/AIDS dan VCT. ”Kegiatan jalan sehat ini puncak peringatan Hari AIDS sedunia,” kata Marlan sembari mengatakan, dalam acara tersebut dibagibagi doorprize.

Peserta yang mengikuti jalan sehat dari Forkopimda, Kapala Dinas, Badan/ Kantor Lingkungan Pemda, Muspika Kecamatan Petanahan dan Klirong, dan pelajar SMK, MA dan SMK Se-Kecamatan Petanahan dan Klirong.

Peran Masyarakat

Sekretaris KPA Kebumen Siti Nuriyatun Fauziyah mengharapkan adanya peran serta masyarakat dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah harus siaga dengan virus yang belum ditemukan obatnya tersebut. Masyarakat diminta berperilaku hidup sehat dan perperan aktif secara langsung.

”Sudah saatnya semua bertindak, dengan berperilaku sehat untuk awal untuk pencegaan HIV/AIDS,” kata Inung, sapaan akrab Siti Nuriyatun Fauziyah itu. Dijelaskannya, saat ini di 21 desa Se-Kecamatan Petanahan dibentuk Warga Peduli AIDS (WPA).

Dengan terbentuknya WPA diharapkan penyebaran HIV dapat diminimalisasi. WPA yang berada di masyarakat akan langsung mendampingi para penyandang HIV. Sehingga para penderita tidak lagi mendapatkan diskriminasi dan stigma negatif. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)