Gempa Kebumen

Daftar gempa bumi yang terjadi di Kebumen

Lagi, Gempa 3,4 SR di Perbatasan Kebumen-Banjarnegara

tiga empat

KEBUMEN – Gempa bumi kembali terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Kebumen – Banjarnegara. Kali ini gempa tektonik berkekuatan 3.4 Skala Richter (SR) terjadi pukul 12.27 WIB, Sabtu (21/11/2015). Gempa terjadi di kedalaman dangkal yakni 10 kilometer.

Berdasar informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 16 kilometer Barat Daya Banjarnegara. Getarannya dapat dirasakan masyarakat disekitar pusat gempa maksimal III MMI (Modified Mercalli skala Intensitas).

Gempa tersebut menjadi gempa ketiga yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Banjarnegara selama 3 jam terakhir. Pusat gempa berada di titik koordinat 7.51 LS,109.66 BT yang masuk dalam wilayah administratif Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen.

Sebelumnya pada pukul 10.32 terjadi gempa bumi berkekuatan 3,2 SR yang berpusat di koordinat 7.49 LS,109.74 BT atau di Desa Kedunggong Kecamatan Sadang. Kabupaten Kebumen dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa kedua berkekuatan 3,1 SR. Belum diketahui informasi mengenai kemungkinan adanya kerusakan akibat gempa tersebut.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan gempa yang terjadi akibat penyeseran atau patahan lokal di kedalaman dangkal.

Daryono menjelaskan, gempa bumi yang menggoyang daerah tersebut dibangkitkan oleh sebuah aktivitas patahan dengan mekanisme strikeslip-normal. “Nilai strike hasil analisis ini sesuai dengan kondisi morfologi yang berupa pola-pola kelurusan di zona gempa bumi,” pungkasnya. (BS/ Andrian /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Gempa Darat 3,2 SR Getarkan Kebumen Utara

gempa4

KEBUMEN – Wilayah pegunungan utara Kabupaten Kebumen digetarkan oleh sebuah gempa bumi pada Sabtu (21/11/2015). Gempa yang terjadi sekitar pukul 10.32 WIB itu merupakan gempa darat.

Berdasarkan data yang diunggah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun twitternya @infoBMKG, gempa diektahui berkekuatan 3,2 skala richter (SR) yang berlokasi di koordinat 7.49 LS,109.74 BT.

“Pusatnya di darat, 16 Km Tenggara Banjarnegara – Jawa Tengah, Kedalaman 10 km,” cuit akun tersebut.

Dilhat dari titik koordinat yang diunggah BMKG pusat gempa masuk ke wilayah Kabupaten Kebumen yakni Desa Kedunggong Kecamatan Sadang. Dari kota Kebumen pusat gempa berjarak 22 kilometer. Gempa tersebut dirasakan maksimal III MMI (Modified Mercalli skala Intensitas).

Pengamat Astronomi dan geologi, Ma’arufin Sudibyo mengatakan kepada LK bahwa lokasi gempa jika sesuai dengan titik koordinate tersebut masih di sekitar gempa ganda 5 Juli 2011 lalu dengan kekuatan 3,7 SR dan 3,9 SR.

Masing masing berepisentrum di utara Kebumen atau tepatnya di Komplek Cagar Alam Geologi Karangsambung. Hingga berita ini diturunkan warga Banjarnegara masih merasakan gempa susulan. Pukul 12:27 WIB terjadi gempa susulan berkekuatan 3,4 SR. Kalian warga sekitar Kecamatan Sadang dan sekitarnya terasa? Laporkan! (Andrian /LintasKebumen©2015)

Gempa Jogja Dirasakan Lebih Kuat Daripada Gempa Kebumen 2014

gempa2

PURING – Warga Kabupaten Kebumen berhamburan keluar rumah karena dikagetkan dengan gempa bumi, Rabu (11/11) petang. Gempa yang terjadi memang cukup mengagetkan. Gempa tersebut berkekuatan 5,6 SR terjadi pada pukul 18.45 WIB berpusat di 120 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 93 kilometer. Di Kabupaten Kebumen gempa dirasakan kuat selama 5 detik.

Ami (33) warga Kecamatan Puring mengatakan gempa kali ini lebih keras namun durasinya lebih singkat daripada gempa Kebumen 6,2 SR yang terjadi pada 25 Januari 2014 lalu. “Kalau dulu pas di Kebumen itu saya rasa goyangnya lama, beda dengan yang ini. Kali ini bikin kaget dan panik,” katanya dihubungi Lintas Kebumen.

Di Kecamatan Puring sebagian besar warga berhamburan keluar rumah. “Gempa kuat dirasakan di Puring. Semua orang keluar rumah dan berteriak Lindu (gempa) agar warga cepat keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” kata wulan (21) mahasiswi POLDA yang tengah berada di Desa Tukinggedong Kecamatan Puring.

Berdasarkan intensitas gempa dirasakan di IV MMI (Bantul, Yogyakarta, Klaten, Kebumen, Purworejo), III MMI (Cilacap, Temanggung),dan II MMI (Bandung). Dengan intensitas gempa dirasakan IV MMI ke bawah maka diperkirakan tidak banyak bangunan yang mengalami kerusakan berat. (Rini /LintasKebumen©2015)

Panik Diguncang Gempa, Warga Bunyikan Kentongan

gempa1

PREMBUN – Gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang Jawa Bagian Selatan, Rabu (11/11) pukul 18.45.  Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa bumi 5,6 SR dengan episentrum 120 kilometer Barat Daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gempa tersebut sangat dirasakan warga Kabupaten Kebumen. Lantaran panik, warga Prembun sempat berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. “Gempanya mengejutkan meski sebentar tidak lama. Saya kebetulan sedang menonton TV tiba-tiba rak bergoyang. Gempa kali ini lebih terasa ini daripada gempa 2014 lalu,” kata Iis (30) warga Prembun, Rabu (11/11/2015).

Beberapa daerah yang melaporkan bahwa masyarakat merasakan guncangan cukup keras meliputi Ciamis Bagian Selatan,  Cilacap, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Wates, Bantul, Wonosari, Kota Yogyakarta, Pacitan dan Trenggalek selama 10-15 detik.

Gempa yang berdurasi singkat tersebut juga membuat warga membunyikan kentongan. Dalam masyarakat Jawa setiap ada bahaya atau bencana maka kentongan akan dibunyikan. Hal itu menjadi pertanda agar warga lain waspada dan siaga. Berdasarkan intensitas gempa dirasakan di IV MMI (Bantul, Yogyakarta, Klaten, Kebumen, Purworejo), III MMI (Cilacap, Temanggung), II MMI (Bandung). (Rini /LintasKebumen©2015)

 

Gempa Jogja, Warga Kebumen Panik dan Berhamburan

gempa1

KEBUMEN – Getaran gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter yang mengguncang Yogyakarta pada Rabu (11/11/2015) sangat dirasakan warga Kabupaten Kebumen. Lantaran panik, warga sempat berhamburan ke luar rumah.

Kepala Desa Purwosari Kecamatan Puring, Sholehudin mengatakan, getaran gempa sangat terasa di wilayahnya.  Gempa yang terjadi hanya sesaat usai waktu menunaikan Shalat Mahgrib itupun membuat warga panik. “Gempa sangat terasa. Warga banyak berhamburan ke luar rumah,” katanya.

Kerasnya getaran gempa juga dirasakan warga pesisir selatan Kebumen. Sus (23) salah satu warga Kecamatan Buluspesantren sempat tunggang langgang lari ke luar rumah menyelamatkan anaknya yang masih balita. “Saya takut rumah ambruk. Begitu sampai di luar rumah, ternyata tetangga lain juga sudah berlarian ke luar rumah,” ujarnya.

Warga Wonosari Kebumen, Ruri mengatakan, kerasnya guncangan gempa membuat sejumlah perabotan rumah bergoyang. “Bohlam (lampu) bergoyang,” ujarnya yang juga sempat menghambur ke luar rumah saat gempa terjadi. Di Kelurahan Tamanwinangun, warga setempat membunyikan kentongan untuk memberi tahu warga agar waspada gempa.

Dihubungi semalam, Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Arif Rahmadi SSos mengatakan, gempa dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen, dari wilayah pesisir selatan hingga warga di kecamatan bagian utara Kabupaten Kebumen. “Tak hanya di Puring dan Buluspesantren dan kecamatan di sekitarnya, gempa cukup keras dirasakan warga Kecamatan Sadang,” kata Arif.

Namun demikian, tak ada laporan kerusakan maupun korban dari peristiwa itu. “Warga kami himbau tidak panik karena (gempa semalam) tidak berpotensi tsunami,” ujar Arif Rahmadi.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa ini terjadi pukul 18.45 WIB. Pusat kedalaman pusat gempa berada 93 km dari permukaan laut. Lokasi episentrum berada di 120 Kilometer barat daya Bantul. Sementara itu, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, guncangan gempa terasa keras di daerah-daerah selatan Provinsi DI Yogjakarta, Jawa Tengah, sebagian Jawa Barat dan Jawa Timur.

Beberapa daerah yang melaporkan bahwa masyarakat merasakan guncangan cukup keras meliputi Ciamis Bagian Selatan,  Cilacap, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Wates, Bantul, Wonosari, Kota Yogyakarta, Pacitan dan Trenggalek selama 10-15 detik. “Masyarakat berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan keras,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat di daerah di utara Jawa Tengah juga merasakan guncangan gempa dengan intensitas lemah seperti Pekalongan, Semarang, Jepara, Kudus, Cirebon, Semarang, Solo dan lainnya. “Bahkan juga dirasakan di Bandung,” ujarnya.

Berdasarkan intensitas gempa dirasakan di IV MMI (Bantul, Yogyakarta, Klaten, Kebumen, Purworejo), III MMI (Cilacap, Temanggung), II MMI (Bandung). Dengan intensitas gempa dirasakan IV MMI ke bawah maka diperkirakan tidak banyak bangunan yang mengalami kerusakan berat. Sejauh ini, kata Sutopo, belum ada laporan korban dan kerusakan akibat gempa tersebut. LPendataan masih dilakukan. BPBD masih melakukan pemantauan di lapangan,” katanya. (cah/boy/jpnn/ kebumenekspres.com)

Gempa Jogja 5,6 SR Terasa Kuat di Kebumen, Warga Berhamburan

gempa jogja

KEBUMEN – Gempa berkekuatan 5,6 skala richter (SR) mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, Rabu (11/11/2015). Gempa tersebut terasa kuat di Kabupaten Kebumen. Warga pun langsung berhamburan ke luar rumah.

Berdasarkan keterangan di akun resmi Twitter milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 120 km di barat daya Bantul, Yogyakarta. Episentrum gempa berada di kedalaman 93 kilometer. Gempa yang terjadi pada pukul 18.45 WIB ini berlangsung sekitar lima detik.

Sementara Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS mencatat gempa tersebut berkekuatan hingga 5,9 SR dengan kedalaman 95 Km. Tatia (25) warga Kecamatan Alian mengatakan gempa terasa kuat dengan durasi beberapa detik.

“Semua orang berhamburan keluar rumah. Galon air mineral goyang cukup kuat. Saya langsung mengambil anak saya yang masih bayi keluar rumah,” katanya, Rabu (11/11).

Sementara akun @aguswinarto0178 melalui twitter melaporkan kepada Lintas Kebumen bahwa di wilayah pesisir Kecamatan Ambal gempa dirasakan dua kali. Menurutnya gempa kedua dirasakan lebih besar dari yang pertama.

Gempa juga dirasakan kuat di Kecamatan Puring. Sebagian besar warga berhamburan keluar rumah. “Gempa kuat dirasakan di Puring. Semua orang keluar rumah dan berteriak ”Lindu… lindu” agar warga cepat keluar rumah untuk menyelamatkan diri, ” kata wulan (21) mahasiswi POLDA yang tengah berada di Kecamatan Puring. (Rini /LintasKebumen©2015)