Citizen Journalism

Wadah berita/artikel/rubrik dari pembaca Lintas Kebumen yang dikirimkan melalui e-mai Redaksi.lintaskebumenyahoo.co.id

Jajanan Sekolah Pakai Borak

jajanan sd ilustrasi

KEBUMEN – Hampir di setiap sekolah ada beberapa pedagang makanan ringan seperti gorengan, cilok, dan siomay. Ada yang menjual dagangannya dengan berbagai macam sajian, di antaranya dengan menggoreng secara langsung di gerobaknya. Juga ada yang tinggal menambahkan kecap dan saos saja.

Beberapa dari kami (anak-anak Olimpiade IPA) bersama ibu guru pernah melakukan percobaan makanan yang mengandung bahan borak atau bahan lain yang seharusnya tidak dipakai untuk membuat makanan. Kami mengambil sampel dari seorang penjual siomay yang berjualan di depan sekolah kami.

Kami membeli siomay tersebut tanpa menggunakan saos, sambel maupun kecap. Siomay itu lalu ditetesi dengan cairan kunyit, tidak lama berubah warnanya yang semula putih agak kecoklatan menjadi merah agak tua. Jika suatu makanan ditetesi dengan cairan kunyit dan warnanya berubah menjadi merah, maka makanan tersebut mengandung borak.

Dari itu, kami siswa MTs Negeri 1 Kebumen memohon kepada pemerintah khususnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih ketat lagi memeriksa jajanan yang dijual oleh para pedagang tersebut, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Selain itu, para pedagang yang curang itu perlu ditindak karena membahayakan kesehatan kami. (suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Citizen Journalism:
Nurul Assyfa Qulbiati
MTs Negeri 1 Kebumen
Jl Tentara Pelajar 29 Kebumen

Paguyuban Ngapak Adakan Sosialisasi Anti Radikalisme

Republik Ngapak mengadakan sosialisasi anti-radikalisme yang bertempat di SMK Negeri 2 Kebumen, Jumat (12/6) kemarin.

Republik Ngapak mengadakan sosialisasi anti-radikalisme yang bertempat di SMK Negeri 2 Kebumen, Jumat (12/6) kemarin.

KEBUMEN – Salah satu komunitas/ paguyuban yang sudah ‘booming‘ di daerah jawa yakni Republik Ngapak mengadakan sosialisasi anti-radikalisme yang bertempat di SMK Negeri 2 Kebumen, Jumat (12/6) kemarin. Sosialisasi ini merupakan salah satu agenda yang sekaligus menjadi program kerja komunitas.

Acara sosialisasi yang bertemakan ‘Pentingnya Ideologi Pancasila Bagi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara‘ itu, ditujukan bagi para siswa yang juga merupakan perwakilan dari OSIS dan rohis masing-masing sekolah. Beberapa sekolah yang hadir pada acara tersebut antara lain, dari SMK Ma‘arif 1 Kebumen, SMK Ma‘arif 7 Kebumen dan beberapa sekolah lain yang terlihat begitu antusias mengikuti sosialisasi tersebut.

Dalam tema tersebut panitia mengerucutkan lagi ke dalam sub tema ‘Menjadi Pemuda Anti-Radikalisme‘. Pemilihan sub tema tersebut sangatlah penting dan memang perlu diberikan kepada generasi muda Indonesia, khususnya generasi muda Kebumen, mengingat gerakan-gerakan yang berakar pada paham radikalisme sedang marak dan banyak diberitakan akhir-akhir ini.

‘‘Pelajar harus punya pendirian yang kokoh. Ibaratnya dengan memiliki akar yang kuat maka pohon tidak mudah roboh. Begitu pula pemahaman kalian terhadap ideologi bangsa kita, Pancasila. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan akar-akar pemahaman kalian terhadap Pancasila bisa semakin kokoh sehingga tidak mudah roboh dan terjerumus di dalam pengaruh buruk pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, ‘‘ kata Kepala SMKN Kebumen, Drs Haryoko MM ketika memberikan sambutan.

Pihak SMKN 2 Kebumen menyambut baik acara semacam ini dan berharap acara tersebut dapat menambah wawasan serta pengetahuan para pelajar tentang betapa pentingnya sikap-sikap antisipatif terhadap ancaman yang terjadi di negara ini seperti paham radikal.

Pemaparan materi semakin menarik dan bermanfaat karena pembicara pada sosialisasi anti-radikalisme pada kala itu, yakni Sumardi memiliki pengalaman yang cukup banyak dengan organisasi NII, mengingat ia adalah salah seorang santri yang pernah direkrut oleh organisasi radikal tersebut.

‘‘Kelabilan kaum muda menjadi celah yang paling besar bagi mereka-mereka untuk memasukkan paham-paham radikal itu.‘‘ jelas Sumardi saat memaparkan materi.

Sumardi juga mengatakan, pemahaman terhadap ajaran Islam yang Rahmatallilalamin alasan utama untuk memperkokoh dan membentengi diri dari paham-paham yang tak berperikemanusiaan seperti paham radikal.

Acara sosialisasi ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi oleh narasumber. Akan tetapi juga ada serangkaian acara seperti sesi tanya jawab yang diikuti oleh para peserta sosialisasi dengan penuh antusias dan partisipatif. Lalu terdapat juga pembagian door prize bagi peserta yang aktif. Dan yang menarik adalah adanya simulasi perekrutan yang dilakukan oleh para anggota organisasi radikal terhadap masyarakat, tak terkecuali para pelajar.

‘‘Menurut saya, ini menjadi pengalaman dan sumber informasi yang sangat bermanfaat. Terlebih lagi dengan adanya pemaparan yang diisi langsung oleh narasumber yang punya hubungan langsung dengan organisasi NII. Dan juga simulasi tadi memberikan gambaran yang jelas tentang cara mereka menghancurkan pandangan kita terhadap agama dan Pancasila.‘‘ terang Ael, salah seorang peserta sosialisasi dari SMK Negeri 2 Kebumen.

Panitia penyelenggara sosialisasi berharap, acara yang mereka selenggarakan bisa bermanfaat dan berguna bagi para pelajar Kebumen dalam memerangi ancaman yang bisa saja ada di dekat mereka. Selain itu, sosialisasi ini juga masih akan diadakan di beberapa sekolah lain yang bersedia bekerja sama dalam penyelenggaraan acara semacam ini.

Hadir pada acara sosialisasi ini perwakilan dari Polres Kebumen, Kodim Kebumen, dan bapak/ ibu guru pembina OSIS masing-masing sekolah. Sosialisasi tersebut berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama panitia dengan peserta sebagai kenang-kenangan bagi semua pihak. (LintasKebumen©2015)

Citizen Journalism
Nama: Wisnu Pratama Iryanto
Pekerjaan: Ketua Komunitas Menulis Perpusarda Kebumen FMFK dan Siswa SMKN 2 Kebumen

Edu Agrowisata Pantai Suwuk

Pantai Suwuk

Pantai Suwuk

PURING – Tahun 2014 Pantai Suwuk Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen memperoleh penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng karena keindahan, jumlah pengunjung, dan kinerja pengelolanya. Obsesi Bupati Buyar Winarso dan warga Kebumen menjadikan Suwuk menjadi salah satu objek wisata unggulan nasional setahap terlampaui.

Pantai Suwuk memiliki kriteria ideal sebagai tempat wisata dengan penonjolan potensi keindahan pantai dan gunung. Bahkan bila pemkab cerdas membangun potensi agrowisata secara sinergis dengan masyarakat sekitar (Desa Tambakmulyo), pantai tersebut berpeluang menjadi salah satu objek wisata one stop tourism.

Awam kerap menyebut Suwuk sebagai Pantai Karangbolong kendati berbeda, hanya berimpitan, dengan Suwuk di sisi timur. Adapun Karangbolong merupakan tebing pegunungan dan dari atas pengunjung dapat menikmati panorama Samudra Hindia. Untuk mencapai Karangbolong, pengunjung bisa menggunakan gethek.

Suwuk dan Karangbolong secara tradisional sudah menjadi salah satu tujuan wisata lokal di Kebumen. Secara rutin ada lomba dayung di Sungai Suwuk dan tradisi mengunduh sarang burung walet di Gua Karangbolong, yang prosesinya berkesan sakral dan magis. Pengembangan Suwuk sebagai objek wisata unggulan dimulai lima terakhir ini.

Namun pengembangan masih mengeksplorasi objek wisata pantai dan sebagian kecil gunung. Artinya masih mengandalkan panorama laut, gunung, gethek penyeberangan ke gua, dan sebagainya. Potensi agrowisata di sekitar, khususnya di Tambakmulyo, belum disentuh. Warga desa belum banyak menerima ìberkahî dari Suwuk yang tiap Lebaran luber pengunjung.

Suwuk secara administratif masuk wilayah Desa Tambakmulyo, Puring. Desa berpenduduk 5.400 jiwa itu masih asli, belum banyak tersentuh pembangunan dan teknologi, kondisi jalan kampung masih tanah padat. Pertaniannya pun masih tradisional. Mata pencaharian utama penduduk adalah berladang dan bertani, dan sebagian jadi pedagang (khususnya di sekitar Suwuk).

Pengembangan Suwuk sebagai desa wisata, tidak dapat dipisahkan dari pengembangan potensi Tambakmulyo sebagai desa penyangga. Adalah ironi ketika Suwuk berkembang tapi masyarakat sekitar hanya menjadi penonton, dan bahkan membayar tiket masuk saat berkunjung ke objek itu.

Strategi Pengembangan

Masyarakat dan perangkat Desa Tambakmulyo perlu dilibatkan demi keterwujudan desa agro eduwisata. Pemberdayaan masyarakat harus menjadi bagian tidak terpisahkan dalam strategi pengembangan Suwuk sebagai objek wisata unggulan regional/nasional. Masyarakat Tambakmulyo yang dominan usia produktif dan sebagian besar melek pendidikan dasar menjadi modal utama.

Edu agrowisata adalah objek wisata yang bersamanya memenuhi kebutuhan lahir dan batin pengunjung. Kebutuhan lahir berupa pemandangan, rasa sejuk dan kenikmatan kulinernya. Adapun kebutuhan batin berupa pengalaman hidup yang menyenangkan, bisa menambah pengetahuan dan keterampilan.

Seorang anak SD misalnya, belajar membuat gula merah di kampung merupakan pengalaman batin yang menyenangkan sekaligus memperkaya pengetahuannya. Desa Tambakmulyo dapat dijadikan objek edu agrowisata melengkapi keindahan Pantai Suwuk dan Gua Karangbolong.

Desa ini memiliki potensi industri rumah seperti pembuatan emping melinjo, gula merah, juga pertanian palawija dan peternakan sapi. Tanahnya cocok untuk pertanian semangka dan kentang hitam. Masyarakat desa itu relatif kompak dengan kultur gotong royong dan kekeluargaan kental. Ini modal sosial dan budaya untuk membangun homestay village bagi pendidikan karakter anak-anak kota yang kian jauh dari nilai-nilai solidaritas sosial.

Melalui homestay, anak-anak bisa belajar banyak tentang nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan, belajar membuat gula merah, emping melinjo, beternak sapi, atau tandur dan mluku (membajak sawah dengan sapi). (10/ Suaramerdeka.com /LintasKebumen©2014)

”Citizen Journalism”
Nama: Drs Waidi MBAEd
Alamat: kelahiran Desa Tambakmulyo Kebumen
Pekerjaan: bekerja di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Sukses, Open Mic Kedua Stand Up Comedy Kebumen

Open Mic Stand Up Comedy Kebumen sesi kedua.

Open Mic Stand Up Comedy Kebumen sesi kedua.

KEBUMEN – Setelah sukses menggelar “Open Mic Stand Up Comedy” sesi pertama pada 7 Januari 2015 lalu, kali ini Komunitas Stand Up Comedy Kebumen kembali sukses mengadakan Open Mic sesi kedua yang bertema ”Skakmat” pada Sabtu (17/1) malam. Skakmat merupakan singkatan dari Sabtu Ngakak Smart.

Acara yang berlangsung di Royal Cafe Kebumen tersebut seharusnya dimulai Pukul 19.00 WIB, namun karena hujan yang mengguyur Kota Kebumen sejak sore hari membuat acara baru bisa dimulai Pukul 20.00 WIB. Meski demikian acara tetap meriah dengan kehadiran 10 komik atau sebutan untuk pemain Stand Up Comedy lokal Kebumen ikut memeriahkan acara  tersebut.

Open mic yang merupakan kerjasama antara Komunitas Stand Up Comedy Kebumen dengan Royal Cafe ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan tiap hari sabtu atau malam minggu. Adapun tujuan acara tersebut yaitu untuk memperkenalkan Stand Up Comedy di Kota Kebumen. Selain itu merupakan wadah posif bagi generasi muda untuk berlatih/belajar stand up comedy.

Stand Up Comedy adalah seni melawak dengan membawakan lawakan di atas panggung seorang diri atau tunggal. Biasanya seseorang atau pelawak tersebut bermonolog mengenai sesuatu topik. Pelawak akan melontarkan serangkaian lelucon berdurasi 10 sampai 45 menit secara langsung. Bagi yg mau mencoba open mic atau menonton Stand Up Comedy, bisa datang ke Royal Cafe setiap malam minggu. (LintasKebumen©2014)

”Citizen Journalism”
Nama : Agus Syarifudin
Alamat : Desa Candiwulan RT 03/ RW 02 Adimulyo – Kebumen
Pekerjaan : Wiraswasta

Geliat Kampung Wisata Inggris Kebumen

Kegiatan warga Desa Adiluhur kecamatan Adimulyo yang sedang diajarkan berbahasa Inggris.

Kegiatan warga Desa Adiluhur kecamatan Adimulyo yang sedang diajarkan berbahasa Inggris.

ADIMULYO – “Put chili… onion… salt… brown sugar… and grill.” Sembari mengulek bahan-bahan membuat bumbu lotek, Nunik Sugiyanti atau yang akrab disapa Mbak Nunik mempraktikkan cara membuat bumbu lotek dengan menggunakan bahasa Inggris yang berlogat ngapak. Ya, Mbak Nunik adalah salah satu warga binaan dari Kampung Wisata Inggris Kebumen yang memang dilatih dan diajarkan berbahasa Inggris. Kampung Wisata Inggris Kebumen yang berada di Dukuh Alasmalang, Desa Adiluhur, Kec. Adimulyo terus bergeliat.

Setiap sorenya utamanya pada Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen secara rutin bergantian memandu dan menjadi pengajar bahasa Inggris bagi warga masyarakat dan anak-anak di lingkungan sekitar. Metode pembelajaran yang menarik dengan praktik langsung di lapangan membuat warga masyarakat sekitar merasa nyaman dan bersemangat untuk belajar.

Usaha Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen yang bekerjasama dengan Politeknik LP3I Kampus Jakarta Utara, objek wisata rintisan Taman Reptil Adiluhur (TARA), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kebumen memang patut diacungi jempol. Sejak dirintis akhir September 2014 lalu, sejumlah permintaan untuk belajar bahasa Inggris baik dari peminat dalam maupun luar Kebumen terus bertambah.

Rencananya pasca peresmian nanti, Kampung Wisata Inggris Kebumen ini akan dikoneksikan praktik pembelajarannya dengan tiga objek wisata yang ada di Kab. Kebumen yaitu Taman Reptil Adiluhur (TARA) yang kebetulan berada satu komplek dengan Kampung Wisata Inggris Kebumen, Pantai Suwuk, dan Benteng Van Der Wijk Gombong.

Dijadwalkan pada awal Maret 2015 nanti, rombongan mahasiswa/i dari Politeknik LP3I Jakarta Utara akan melakukan praktik belajar bahasa Inggris dengan metode ‘English Camping’ dimana mereka belajar bahasa Inggris dengan menginap di ‘Kampung Wisata Inggris Kebumen’ dan juga berwisata di beberapa objek wisata yang ada di Kab. Kebumen.

Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen secara rutin bergantian memandu dan menjadi pengajar bahasa Inggris bagi warga.

Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen secara rutin bergantian memandu dan menjadi pengajar bahasa Inggris bagi warga.

Salah satu pengajar di Kampung Wisata Inggris Kebumen yang merupakan anggota dari Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen yaitu Agung Septyono mengatakan bahwa antusias dan semangat warga masyarakat untuk belajar bahasa Inggris cukup tinggi, terbukti mereka juga tak menerima dengan senang hati kedatangan para pengajar untuk mengajari mereka secara ‘door to door’ alias dari rumah ke rumah.

“Kami bahkan berjalan ke rumah penduduk untuk mengajar sambil membawa papan tulis demi hasil yang maksimal,” ungkap mahasiswa semester V jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi swasta di Purworejo tersebut.

“Warga juga diajarkan berbahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Yang penting praktik ngomongnya dulu, masalah grammar nanti mengikuti sendiri.” tambahnya.

Selain Agung, salah satu pengajar lain yaitu Novanda Alim Setya Nugraha, Mas Duta Wisata Kebumen 2012 yang juga merupakan Dosen Bahasa Inggris di Kampus Politeknik LP3I Jakarta Utara dan Universitas Tujuh Belas Agustus Jakarta juga rela bolak-balik minimal 2 kali dalam sebulan dari Jakarta-Kebumen untuk membantu mengajari bahasa Inggris untuk warga masyarakat sekitar dan mempromosikan Kampung Wisata Inggris Kebumen agar lebih dikenal secara lebih luas.

Dosen muda yang akrab disapa Sir Vanda oleh mahasiswanya ini mengungkapkan memang bukan hal yang mudah untuk mewujudkan ‘Kampung Wisata Inggris’ yang konsisten dan dikenal oleh masyarakat luas. Namun baginya, tak ada hasil yang mengkhianati usaha.

“Dengan ketekunan dan kerjasama dari banyak pihak, bukan tidak mungkin nantinya Kampung Wisata Inggris Kebumen akan menjadi rujukan dan destinasi wisata edukatif yang terkenal,” ujarnya.

Para pengajar untuk mengajari mereka secara ‘door to door’ alias dari rumah ke rumah warga.

Para pengajar untuk mengajari mereka secara ‘door to door’ alias dari rumah ke rumah warga.

Selain itu, Vanda juga menambahkan bahwa Kampung Wisata Inggris ini nantinya akan menjadi sesuatu hal yang unik dan berbeda dari Kampung Inggris yang ada di Pare, Kediri karena di Kampung Wisata Inggris Kebumen ini pengunjung akan dilatih dan dipandu berbahasa Inggris secara langsung oleh para duta wisata dan dikoneksikan secara langsung dengan beberapa objek wisata terkenal yang ada di Kab. Kebumen. (LintasKebumen©2015)

“Citizen Journalism”

Nama        : Novanda Alim Setya Nugraha

Pekerjaan : Dosen Bahasa Inggris Politeknik LP3I Jakarta Utara dan Universitas Tujuh Belas Agustus Jakarta

Alamat      : Jl. Kaleng KM. 7, Desa Adiluhur, RT/RW: 02/03, No. 11, Kec. Adimulyo, Kab. Kebumen.

Menganti Beach, Nirwana Pantai Kebumen

Tebing barat Pantai Menganti. (Photo: Detik.com)

Tebing barat Pantai Menganti. (Photo: Detik.com)

AYAH – Pantai  Menganti  merupakan salah satu pantai  yang ada di Kebumen. Lokasinya berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai ini memang tidak  seramai  pantai  pantai  terkenal  yang ada  di  Kebumen  sebut  saja  seperti  Pantai  Suwuk, Petanahan,  dan  yang  lainnya.

Hal  ini  karena  akses  menuju  pantai  menganti  yang  cukup menantang dibanding pantai-pantai  lainnya yang ada di Kebumen. Misalnya seperti  jalan yang berliku, jalan yang penuh dengan tanjakan, dan jalan  disertai  jurang-jurang yang cukup dalam memang membuat sebagian orang berpikir kembali untuk mengunjungi tempat tersebut.

Meskipun begitu  kondisi  jalan  secara  keseluruhan  cukup bagus  karena  sudah  diaspal seutuhnya. Seperti  kata  pepatah  “berakit-rakit  dahulu  berenang-renang  ketepian  bersusuah-susah dahulu bersenang-senang kemudian”. Ternyata dibalik akses menuju Pantai Menganti yang kurang bersahabat ternyata ada surga (nirwana) dibalik itu.

Ya pantai mengantilah nirwana itu. Dipantai tersebut terdapat   bukit bukit hijau membentang mengelilingi pantai. Pasir putihnya juga tidak kalah menambah keindahannya. Lalu di pantai tersebut terdapat batu-batu karang yang elokmenghiasi  pantai  tersebut. Perahu-perahu  nelayan pun  juga  tertata  rapi  sehingga  menambah keindahan pantai menganti.

Selain itu karena pantai tersebut tidak terlalu ramai juga mengakibatkan tidak adanya sampah-sampah yang berserekan. Lalu yang tidak kalah menarik ada yang menyebut pantai menganti sebagai New Zealandnya Indonesia, Bali nya kebumen, dll. (LintasKebumen©2014)

“Citizen Journalism”
Nama        : Mukhamad Khakimudin
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat      : Kuwayuhan RT 1 /RW 08 Pejagoan – Kebumen

Lampu Bangjo Ambigu

Ilustrasi traffic light

                                                               Ilustrasi traffic light

KEBUMEN – Bagi pengguna jalan raya dipastikan acap kali melewati traffic light atau lampu bangjo maka akan terpengaruh oleh tiga warna yang menyala ketika melewatinya. Dan siapapun pasti mengetahui arti dari 3 warna lampu tersebut. Ironisnya para pengguna jalan justru mengabaikan rambu jalan tersebut.

Seperti yang terjadi diTraffic Light Sijago di desa Selang kecamatan/ kabupaten Kebumen. Pengguna jalan terkadang ada yang berhenti ,ada pula yang nekat menerobos saat lampu warna merah menyala. Dan itu artinya traffic light yang baru-baru ini diremajakan itu menjadi kurang efektif dalam kerjanya menertibkan lalu lintas. Keambiguan ini bisa malah mengacak-adul lalu lintas di tempat tersebut.

Hal tersebut dikarenakan banyak pengendara yang tidak mentaati lampu bangjo tersebut. Maka dari itu semoga pihak terkait Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kebumen dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kebumen untuk menindaklanjuti hal ini. (LintasKebumen©2014)

Citizen Journalism !
Dari: Sdr. Wisnu Pratama I
Pekerjaan: Pelajar SMKN 2 Kebumen dan Penyiar Radio Bima Sakti FM