Author: lintaskebumen

Pesona Tersembunyi Bukit Tampomas di Desa Glontor

bukit tampomas

Panorama Bukit Tampomas (Foto: Imam)

KARANGGAYAM – Objek wisata Bukit Tampomas di Dusun Jlegong, Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam belum banyak dikenal pengunjung tak seperti halnya objek wisata lain yang ada di Kabupaten Kebumen. Jarak dari pusat kota Kebumen sekitar 31 Km atau berkendara menggunakan R2 selama sekitar 1 jam. Tak ada angkutan umum untuk menuju objek wisata ini.

Bukit Tampomas menawarkan keindahan alam landskap perbukitan yang dipadukan dengan hamparan persawahan. Dari bukit setinggi sekira 300 meter diatas permukaan air laut ini dapat dilihat ke arah selatan rangkaian Perbukitan Igir Kunir. Untuk menikmatnya, pengunjung bisa berjalan kaki di jalan setapak yang disediakan mengikuti kontur bukit, memanjang. Pengunjung juga harus hati-hati karena kanan dan kiri jalur merupakan tebing.

Sementara itu terdapat gubuk-gubuk tradisional untuk berisitirahat sembari menikmati pemandangan selain juga terdapat gardu pandang. Suasana objek wsaiata yang baru diresmikan awal tahun ini pun masih sangat alami dengan pepohonan rindang. Angin yang sejuk dan sepoy-sepoy akan menambah betah berlama-lama di tempat ini.

Tak hanya Bukit Tampomas, di kawasan ini juga terdapat sebuah air terjun atau curug. Pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 500 meter ke arah barat untuk bisa menemui curug ini. Curug berada di hulu Sungai Cacaban ini memang tidak terlalu tinggi yakni hanya memiliki ketinggian sekira 10 meter saja.  Dibawahnya terdapat dua kolam berundak yang cukup luas untuk bisa digunakan mandi dan berendam. Namun usahakan datang di musim penghujan karena curug ini akan memiliki banyak air. (AND/LintasKebumen)

Rute:

1. Kebumen – Pejagoan – Kebakalan – Pagebangan – Pasar Soma Gunungsari – Glontor

2. Kebumen – Karanganyar – Karanggayam – Pagebangan – Pasar Soma Gunungsari – Glontor

3. Lokasi Tersedia di Google Map (Jangan gunakan jalur Jl. Raya Kalibening)

 

 

Advertisements

Angin Kencang Melanda Kebumen, Sejumlah Rumah Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

agus

Rumah rusak tertimpa pohon tumbang di Desa Jladri Kecamatan Buayan. Foto: Agus

 

KEBUMEN – Hujan disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Kebumen, Jum’at (26/1) malam. Berdasarkan analisis sementara yang tercatat di Stasiun Meteorologi Cilacap kecepatan angin maksimum 32 knot atau sekitar 62 kilometer per jam. Akibatnya sejumlah pohon tumbang menimpa rumah warga serta kabel listrik hingga mengakibatkan listrik padam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadin ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen menyebutkan pohon tumbang terjadi di 19 titik tersebar di beberapa kecamatan. 11 titik diantaranya menimpa rumah antara lain di Desa Jladri Kecamatan Buayan sebanyak 3 rumah rusak berat. Sedangkan di Gombong 3 rumah rusak masing-masing  di Desa Semondo, Panjangsari dan Kalitengah.

Di Kecamatan Kuwarasan 2 rumah rusak di Desa Mangli dan Desa Kalipurwo. Sementara di Kecamatan Rowokele 1 rumah rusak berada di Desa Wonoharjo dan sebuah bangunan pencucian mobil di Desa Rowokele roboh. Satu rumah rusak juga dilaporkan masing-masing di Desa Sidomulyo Kecamatan Karanganyar serta Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren.

Sejumlah pohon tumbang yang menimpa kabel listrik dan jaringan telepon serta jalan berada di Desa Waluyo (Kecamatan Buluspesantren), Desa Sidoluhur (Kecamatan Ambal), Desa Sempor (Kecamatan Sempor), Desa Demangsari (Kecamatan Ayah) serta Desa kedungbulu (Kecamatan Prembun).

Kepala Kelompok Teknisi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengatakan penyebab terjadinya angin kencang, yakni adanya perbedaan tekanan udara cukup signifikan antara belahan bumi utara dan selatan. Dalam hal ini, tekanan udara di belahan bumi utara tercatat 1.032 milibar, sedangkan di belahan bumi selatan 999 milibar terdeteksi di sekitar Australia bagian utara.

“Angin bertiup dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan ini memicu terjadinya angin kencang,” katanya.

Ia mengatakan angin kencang pada Jum’at malam bukanlah angin putting beliung melainkan angin kecang yang cenderung ekstrem karena jangkauannya yang luas . Angin kecang tersebut diketahui bertiup dari barat. Sebelum menerjang wilayah Kabupaten Kebumen, angin kencang dilaporkan sudah menerjang wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas terlebih dahulu.

Angin kencang sebelumnya juga menerjang wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen pada Sabtu (20/1) lalu. Diprediksi fenomena angin kencang masih akan terjadi hingga satu atau dua hari ke depan dengan puncak angin kencang diperkirakan sudah terjadi pada Jum’at (26/1) malam.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panic dan jangan percaya pada berita yang menyesatkan,” katanya. (Ant/LintasKebumen)

Ada Festival Sepak Bola Durian di Ponpes Al Hasani

ponpes

KEBUMEN – Memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan Khotmil Kutub, Pondok Pesantren Al Hasani, Jatimalang, kembali mengadakan ‘’Festival Sepak Bola Durian’’ dan atraksi-atraksi menarik lainnya dari para santri dan Pendekar Pagar Nusa Kebumen, Kamis (30/11).

Sepak bola yang digelar di halaman pesantren itu dimulai pukul 12.30 sampai selesai. Sepak bola durian kali ini istimewa, karena pesertanya merupakan garda terdepan penjaga NKRI, yaitu dari banser, polisi, Pagar Nusa dan TNI.

Kegiatan akan dihadiri oleh Ketum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Choumas, Ketum Pagar Nusa Gus Nabil Haroen dan Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni. Selain menunjukkan kekompakan para penjaga NKRI, sekaligus menunjukan ke masyarakat bahwa santri, Polri, TNI, Banser dan Pagar Nusa selalu kompak dan menjadi teladan bagi semuanya.(J19-41/SuaraMerdeka)

Maulud Nabi di Klegenrejo

Sementara itu Ratusan warga Desa Klegenrejo, Kecamatan Klirong menghadiri pengajian akbar memperingati Maulud Nabi Muhammad saw, di halaman Mushala Darul Qoror, baru-baru ini. Pengajian menghadirkan pembicara KH Dibyanudin dari Rowokele. Kegiatan pengajian berlangsung khidmat, lantunan shalawat dari Grup Rebana Nur Hidayah turut memeriahkan acara.

Bacaan ayat-ayat suci Alquran juga berkumandang. Kepala Desa Klegenrejo Suko Prayitno menyampaikan, peringatan Maulud Nabi Muhammad selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, juga mengagungkan junjungan Rasulullah Muhammad saw.

“Pengajian semacam ini juga sebagai wahana silaturahmi masyarakat Desa Klegenrejo,” ujar Suko Prayitno, di sela-sela acara. Ketua Penyelenggara Suparmi menambahkan, bersamaan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad dilaksanakan pemotongan enam ekor kambing aqiqah dari warga . Sementara KH Dibyanudin dalam tausiahnya mengajak agar umat Islam bisa meneladani akhlak Rasulullah. (J19-41)

Sejumlah Ruas Jalan Dalam Kota Kebumen Rawan Banjir

genangan di kota kebumen

Ilustrasi genangan/ Foto: Alif Elfani Herder

KEBUMEN – Kondisi drainase di dalam kota Kebumen belakangan ini dikeluhkan warga, karena saluran airnya tidak lancar. Bahkan, setiap hujan deras rawan terjadi genangan air dan banjir. Kepala Markas PMI Kebumen Eko Purwanto, Rabu (29/11) petang menuturkan, di Jalan Pahlawan terutama dekat Tugu Lawet setiap hujan lebat pasti ada genangan cukup dalam yang merepotkan pengendara motor roda dua.

Bahkan, saat hujan lebat petang kemarin sekitar Jalan Kusuma Koplak Dokar dan pertigaan Jalam HM Sarbini di Wonoysoso terjadi genangan dan banjir. Air meluap juga kerap terjadi di sebelah barat pertigaan Kawedusan. Pihak Markas PMI kini menyiagakan piket satu staf dan dibantu sukarelawan serta mobil ambulans siaga 24 jam di Markas Jalan Arungbinang. (B3-41/SuaraMerdeka)

 

 

 

 

Hari Ini LIPI Gelar FGD Geopark Karangsambung-Karangbolong

lipi

Ilustrasi

KEBUMEN–  UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI Karangsambung Kebumen menurut rencana, Kamis (30/11), akan mengadakan Focus Group Discussions (FGD) “Menggagas Pembentukan Geopark Karangsambung-Karangbolong”, di Hotel Candisari, Karanganyar.

Kepala UPT BIKK LIPI Karangsambung Edi Hidayat menjelaskan, FGD bertujuan menyosialisasikan konsep geopark serta sebaran geodiversity, biodiversity, dan sosiodiversity pada Kawasan Perencanaan Geopark di Karangsambung dan Karangbolong.

Selain itu, juga menggali pendapat kemungkinan pembentukan Geopark Nasional di Kawasan Karangsambung-Karangbolong. Adapun pembicara peneliti LIPI Chusni Ansori, Cahyo Rahmadi (president Indonesian Speleological Society) serta Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Djoenedi Fatchurahman. Peserta sekitar 20 orang dari LIPI, unsur dinas dan instansi terkait, LSM serta aktivis.(B3-41/SuaraMerdeka)

Pemandangan Alam Menakjubkan dari Puncak Gunung Duwur Kebumen

PUNCAK GUNUNG DUWUR3

Pemandangan dari puncak Gunung Duwur (Foto: Ariss)

AYAH – Bila mencari tempat berfoto atau menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di Kabupaten Kebumen, Obyek Wisata Alam Gunung Duwur  atau Bukit Cinta Gunung Duwur  di Desa Watukelir Kecamatan Ayah  bisa menjadi pilihannya.  Obyek wisata yang masih baru ini menawarkan pemandangan alam dari puncak tertinggi di kawasan perbukitan Karst Gombong Selatan.  Dijamin pemandangan yang disajikan tak akan mengecewakan.

Banyak pemandangan menarik yang dapat dilihat dari puncak bukit dengan tinggi sekira 500 meter diatas permukaan air laut ini. Melihat ke arah timur pemandangan berupa rangkaian perbukitan karst nan hijau dan dataran rendah Kebumen yang maha luas dengan sawah-sawahnya. Tak ketinggalan garis pantai selatan yang membatasinya dengan luasnya Samudera Hindia.

Dipagi hari,  Gunung Sindoro dan Sumbing akan nampak sama samar bersama kabut tebal perbukitan seiring terbitnya matahari.  Tak jauh dari Gunung Duwur terlihat menggunduk mengerucut adalah Bukit Arjuna yang mempesona dikerumuni pohon jati dan kelapa yang hijau. Diatas puncak Gunung Duwur ini areanya cukup luas dengan tanah datar dan beberapa  titik terdapat sekumpulan  batu besar.

Disebelah barat mempertunjukan pemandangan matahari tenggelam  yang menawan bersama samar samar garis melengkung pantai selatan Cilacap . Puncak-puncak bukit karst disisi barat pun tak kalah indah dipandang mata.  Sedangkan disebelah utara akan terlihat luasnya Kawasan Karst Gombong Selatan dengan puncak-puncak kerucutnya.

Jika beruntung bisa melihat Gunung Slamet di pagi hari. Untuk menuju puncak pengunjung harus tracking landai hingga curam dengan menaiki anak tangga yang masih berupa tanah, sehingga sangat menantang bagi yang suka tantangan. Bagi pengguna motor cross bahkan bisa melaju sampai ke puncaknya.!

Untuk melihat matahari terbit tentu saja pengunjung harus menginap jika tak ingin dating pagi-pagi buta. Tak usah bingung, Obyek Wisata Alam Gunung Duwur   adalah tempat yang cocok untuk camping.  Suasana malam di puncak Gunung Duwur turut indah dengan pemandangan berupa lampu-lampu penduduk.

Tak puas dengan hal tersebut? Obyek Wisata Alam Gunung Duwur   menawarkan spot-spot berfoto  maupun selfie yang lucu dan menarik.  Fasilitas pendukung lainnya  yang tersedia diantaranya rumah pohon, beberapa saung, tempat duduk, dan toilet.

Rute:

Obyek Wisata Alam Gunung Duwur   berjarak 36 Km berkendara dari pusat Kota Kebumen melalui Gombong. Selepas Gombong anda harus belok ke kiri saat menemui Pertigaan Sangkalputung untuk menuju arah Pantai Suwuk atau Karangbolong hingga sampai ke  Desa Geblug.  Di Desa Geblug di sisi kanan jalan akan menemukan petunjuk jalan menuju Desa Wonodadi, beloklah ke kanan hingga menemukan Passar Geblug, lurus saja terus mengikuti jalan raya menuju Desa Wonodadi hingga berakhir di Desa Watukelir. Kondisi jalan sempit dan medan yang dilalui berupa tanjakan curam. (Lintas Kebumen 2017)

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Titik di Kebumen Longsor

longsor9

KEBUMEN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Setidaknya empat titik di kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Alian, Sempor, Poncowarno dan Rowokele.

Di RT 01 RW 02 Dusun Krajan Desa Krakal Kecamatan Alian sebuah rumah milik Mustakim (48) rusak tertimpa tanah longsor, Selasa (17/1) sore. Akibatnya dinding dapur hancur dan kamar mandi rusak dihantam material longsoran dari tebing setinggi 6,5 meter dan panjang 7 meter.

Sementara di Kecamatan Poncowarno, tanah longsor akibat hujan deras pada Senin (16/1) sempat memutus akses jalan penghubung antar desa di kecamatan tersebut. Tebing yang longsor dan menutupi jalan sepanjang sekira 54 meter itu berada di RT 05 RW 05 Dusun Kresek Desa Karangtengah.

Tanah longsor juga terjadi di RT 05 RW 01 Dukuh Kedunggondang Desa Giyanti Kecamatan Rowokele, Senin (16/1) sekira pukul 18.30 WIB. Tebing setinggi 9 meter longsor dan mengenai rumah milik Sarman.

Sedangkan di RT 02 RW 06 Desa Sampang Kecamatan Sempor sebuah rumah milik Misno (50) tertimpa tanah longsor pada Senin (17/1) petang. Bahkan kini ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena rumahnya telah hancur. Sementara di RT 03 RW 06 Dusun Jurangjero tanah longsor merusak rumak milik Ripan Mulyono (58).

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor tersebut. Namun demikian kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen telah melakukan tindakan assesment warga sekitar kejadian dan memberikan bantuan logistik kepada korban.

Masyarakat yang tinggal dikawasan rawan bencana alam diminta tepat mewaspadai potensi bencana disekitarnya mengingat hujan lebat diprediksi masih akan terjadi.

Rawan Longsor

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung merilis sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Kebumen masuk ke zona rawan pergerakan tanah menengah hingga tinggi pada Januari 2017. Kecamatan Buayan, Padureso, Karanggayam, Kutowinangun, Karangsambung dan Kebumen masuk zona pergerakan tanah menengah.

Sedangkan daerah dengan potensi pergerakan tanah menengah hingga tinggi terdiri dari Kecamatan Sadang, Sempor, Alian, Ayah, Poncowarno, Rowokele, Pejagoan dan Kecamatan Sruweng bagian Utara. (and/lintaskebumen/bpbd)