Hujan Deras, Banjir dan Tanah Longsor Landa Sruweng

longsor pandansari

Tanah longsor di Dusun Krenceng Desa Pandansari Kecamatan Sruweng, Kebumen, Selasa (15/12)

SRUWENG – Akibat hujan deras yang turun, bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa (15/12) malam. Akibatnya, dua desa di Kecamatan Sruweng terdampak banjir sedangkan tanah longsor menimpa sejumlah jalan akses utama antar desa.

Banjir merendam pemukiman warga di Desa Pengempon dan Desa Karangpule Kecamatan Sruweng akibat Sungai Pengempon meluap karna tak mampu menampung debit air dari hulu. Menurut Kepala Desa Pengempon bencana banjir seperti kali ini terakhir tejadi tahun 1995.

“Dulu pernah banjir sekali sekira tahun 1995, tapi tidak sebenar kali ini. Waktu itu bahkan memakan korban jiwa seorang lansia,” kata Kepala Desa Pengempon, Nur Yanto.

Banjir tersebut merupakan banjir kilat pasalnya tak berlangsung lama banjir yang berlangsung hanya beberapa jam itu cepat surut. Sekitar pukul 23,00 WIB air banjir mulai surut dan warga membersihkan sisa-sisa lumpur serta sampah yang terbawa banjir.

Sementara itu tanah longsor terjadi di dua titik di Desa Kejawang. Satu rumah rusak akibat dihantam material tanah longsor di Dusun Tambaksari RT 01 RW 04. Sejumlah rumah lainnya juga ikut terendam lumpur hingga setinggi 10 cm. Sedangkan jalan raya Kejawang tertutup batu besar sehingga menggangu lalu lintas namun masih bisa dilalui kendaraan roda empat.

Bencana tanah longsor juga terjadi di dua titik di Desa Pandansari. Akibatnya jalan dari Sruweng menuju wilayah Pandansari tertutup longsor. Materail longsoran berupa lumpur dan batu bahkan sempat memasuki rumah waga di Dusun Krenceng.

Di Desa Donosari akibat hujan deras jalan raya penghubung antar desa kecamatan Sruweng di Desa Donosari Kecamatan Sruweng retak dan sebagian ambles sepanjang 20 meter serta longsor sepanjang 10 meter.

Derasnya air dari hulu membuat tanggul Sungai Ketek juga longsor sebanyak 5 titik di Desa Klepusanggar. Tanggul yang longsor sepanjang antara 10 sampai 30 meter itu terancam jebol jika Sungai Ketek kembali banjir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali ini (Angga/ LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s