Tolak Pabrik Semen, Warga Tanam Pohon di Lokasi Tambang

karst

GOMBONG – Warga Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) melakukan penanaman bibit pohon di sekitar perbukitan karst Desa Sikayu Kecamatan Buayan, Kebumen Jawa Tengah, Minggu (13/12).

Penanaman tersebut dilakukan di wilayah yang masuk dalam zona penambangan pabrik semen. Wakil Ketua Perpag, Lapiyo mengemukakan penanaman bibit pohon tersebut juga merupakan bagian dari kampanye penolakan pendirian pabrik semen di wilayah Gombong selatan.

“Jadi kami melaksanakan kegiatan seperti itu bukan hanya sekedar menolak dan menolak. Tetapi juga melakukan kegiatan yang positif dalam rangka penghijauan wilayah. Itu menunjukkan bahwa masyarakat sekitar itu menghendaki benar-benar penghijauan, bukan menghadapi masalah pengrusakan lingkungan,” ucapnya, Minggu (13/12).

Lapiyo mengatakan aksi tanam pohon tahap pertama ini dilakukan di lahan seluas 500 ubin atau sekitar 7 ribu meter persegi. Penanaman dilakukan di lahan yang belum terbeli oleh pihak perusahaan semen. “Rencananya, kami akan melanjutkan aksi ini ke perbukitan selatan Gombong,” lanjutnya.

Dia menambahkan, rencana pembangunan dan penambangan semen di wilayah Gombong Selatan kembali muncul setelah hilang beberapa tahun sebelumnya. Puncaknya, masyarakat mendapat surat untuk mengikuti sidang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang dilaksanakan di Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.

Padahal, selama ini warga telah memiliki hasil rekomendasi penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) agar perbukitan karts Gombong selatan tidak ditambang. “Wilayah ini merupakan resapan air. Penambangan bukit kapur akan mengakibatkan hilangnya mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan, selama ini perbukitan karts Gombong selatan merupakan sumber mata air yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup warga. Di pegunungan karst Gombong Selatan, jelas Lapiyo ada 32 mata air yang tetap mengalirkan air meski musim kemarau. (Chandra Iswinarno/ Merdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s