Peringatan Hari AIDS Sedunia, Peserta Ditantang Tes HIV

hari aisd

PETANAHAN – Sebanyak tiga ribu peserta mengikuti jalan sehat memperingati hari AIDS Sedunia, Sabtu (12/12). Mereka ditantang untuk tes HIV. Tulisan ”Keren itu yang berani tes HIV” menghiasi panggung hiburan yang berada di lokasi star dan finis jalan sehat di Pantai Petanahan, Kebumen.

Kegiatan yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kebumen itu meriah. Dan tak sedikit peserta yang mengikuti tes HIV melalui layanan yang disediakan.

Dengan adanya peringatan Hari AIDS tersebut, diharapkan masyarakat ikut andil dan berperan secara langsung untuk menanggulangi penyebaran HIV/- AIDS. Pasalnya, tanpa peran serta masyakat penyebaran HIV/AIDS akan semakin sulit dikendalikan.

Acara tersebut dihadiri Pj Bupati Kebumen Arief Irwanto dan Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya serta Sekda Adi Pandoyo. Ketua Panitia Pelaksana Marlan mengatakan, jalan sehat ini merupakan puncak peringatan Hari AIDS sedunia.

Sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Sarasehan HIV/AIDS dan VCT. ”Kegiatan jalan sehat ini puncak peringatan Hari AIDS sedunia,” kata Marlan sembari mengatakan, dalam acara tersebut dibagibagi doorprize.

Peserta yang mengikuti jalan sehat dari Forkopimda, Kapala Dinas, Badan/ Kantor Lingkungan Pemda, Muspika Kecamatan Petanahan dan Klirong, dan pelajar SMK, MA dan SMK Se-Kecamatan Petanahan dan Klirong.

Peran Masyarakat

Sekretaris KPA Kebumen Siti Nuriyatun Fauziyah mengharapkan adanya peran serta masyarakat dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah harus siaga dengan virus yang belum ditemukan obatnya tersebut. Masyarakat diminta berperilaku hidup sehat dan perperan aktif secara langsung.

”Sudah saatnya semua bertindak, dengan berperilaku sehat untuk awal untuk pencegaan HIV/AIDS,” kata Inung, sapaan akrab Siti Nuriyatun Fauziyah itu. Dijelaskannya, saat ini di 21 desa Se-Kecamatan Petanahan dibentuk Warga Peduli AIDS (WPA).

Dengan terbentuknya WPA diharapkan penyebaran HIV dapat diminimalisasi. WPA yang berada di masyarakat akan langsung mendampingi para penyandang HIV. Sehingga para penderita tidak lagi mendapatkan diskriminasi dan stigma negatif. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s