KH Mudhofir: Tepiskan Sentimen Golongan

cabup2

KEBUMEN – Adanya upaya sejumlah pihak yang berusaha membenturkan antara satu ormas dengan ormas yang lain demi kepentingan politik sesaat menjadi perhatian ulama kharismatik dari Kambalan Kebumen KH Mudhofir.

Menurut dia sekarang saatnya umat Islam bersatu, menepiskan sentimen golongan apalagi sentimen pribadi. ’’Tidak benar kalau ada anggapan bahwa suatu ormas itu merupakan ancaman bagi yang lain. Saya sangat menyayangkan jika ada pihak yang beranggapan seperti itu. Itu artinya berpikiran sangat sempit dan picik,’’ujar KH Mudhofir, kemarin.

Dia mengakui, tidak bisa dipungkiri, misalnya, Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu berbeda. Tetapi perbedaannya tersebut bersifat furu’iyah atau hal cabang-cabang saja, buka elementer. Perbedaan itu sesungguhnya adalah sunnatullah. Justru karena itu, mestinya saling mengisi bagi yang kosong, saling memberi bagi yang kurang.

Fanatisme Golongan

’’Sesungguhnya organisasi mana pun atau manusia manapun selain Nabi pasti ada kelemahannya.Justru seharusnya saling bergandengan tangan untuk saling menguatkan, bukan melemahkan,’’ imbuhnya.

Sekarang ini, ujar dia, era bahu membahu antarormas Islam. Apalagi jika mengingat persoalan ummat yang kian pelik akhir-akhir ini.

Dia mengajak kepada elemen umat, khususnya umat Islam di Kebumen untuk meninggalkan fanatisme golongan yang berlebihan (ashobiyah). Sebab, secara apa pun jika yang muncul adalah yang demikian, pasti yang dirugikan adalah umat Islam sendiri.

’’Umat Islam harus bersatu, antarelemen bersatu, antarormas bersatu, NUMuhammadiyah bersatu. Yang harus dibangun ialah ukhuwah islamiyah. Pilkada jangan menjadi pemecah umat, sebaliknya menjadi pemersatu,’’ ungkap kiai yang merupakan mantan ketua PD Muhammadiyah (PDM) Muhammadiyah Kebumen tersebut.

Kiai Mudhofir memandang, musuh umat Islam yang sesungguhnya adalah ISIS, terorisme, narkoba, kemiskinan dan segala hal yang merongrong NKRI. Itu yang harus ditangkal bersama-sama, bahu membahu satu sama lain.

’’Kalau toh ada perbedaan, lihatlah sebuah orkestra dengan alat musik yang berbeda dan pemusik yang juga berbeda, hasilnya sebuah komposisi musik yang sangat luar biasa Indah. Atau lihat sebuah kesebelasan, yang semuanya berbeda peran, namun bekerja sama demi terciptanya sebuah gol kemenangan,’’ ujarnya. (J19-42/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s