Film Karya Anak Desa Lolos Seleksi Nasional

kampung cething

KEBUMEN – Komunitas Sangkanparan Cilacap berhasil membimbing anak-anak muda berbakat di daerah pelosok kabupaten berslogan Beriman ini.

Hasilnya, karya anak desa pun lolos seleksi Festival Film Tingkat Nasional dan Festival Film Dokumenter 2015. Ada dua film yang meju festival itu, yakni berjudul Kampung Cething dan Penyadap Pulut.

Film tersebut mengangkat latar belakang dan budaya masyarakat di Kebumen. Film berjudul Kampung Cething yang disutradarai salah satu siswa SMK 1 Karanggayam Sakir Iskandar (17), mengupas tentang para perajin Cething di Desa Glontor Kecamatan Karanggayam.

Sedangkan film dengan judul Penyadap Pulut, mengisahkan kehidupan penyadap getah pinus di Dukuh Silampeng Desa Gunungsari Kecamatan Karanggayam.

Film tersebut disutradarai Sugeng (17) yang juga siswa SMK 1 Karanggayam. Karya film yang dibuat siswa sekolah yang jauh dari keramaian kota itu pun patut dibanggakan.

(Dikmen) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen Sudirman mengapresiasi karya anak muda tersebut.

“Mudah-mudahan lahir komunitas film di Kebumen yang semakin banyak untuk meramaikan festival tingkat nasional,” kata Sudirman sembari menambahkan, prestasi dari siswa SMK 1 Karanggayam itu juga memotivasi siswa sekolah lain untuk meningkatkan prestasinya.

Daya Tarik

Salah satu fasilitator, sekaligus produser Sangkanparan Cilacap, Insan Indah Pribadi menyampaikan, film Penyadap Pulut dan Kampung Cething merupakan hasil karya siswa SMK 1 Karanggayam.

“Saya bangga pada mereka yang mau mengangkat potensi daerah dalam sebuah karya film,” tuturnya. Melalui film dokumenter yang mereka buat, masyarakat di luar menjadi tahu hal-hal kecil yang ada di daerah.

Hal itu sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat luar daerah untuk mengunjungi Kebumen. Sakir Iskandar mengemukakan, film berjudul Kampung Cething lolos seleksi dan menjadi finalis dalam ajang Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2015.

Acara tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, yang digelar di Pondok Pemuda Ambarbinangun dan diikuti para pelajar dari seluruh Indonesia. Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemutaran film-film yang lolos seleksi.

Ada juga kelas-kelas inspiratif, seperti kelas media advokasi, kelas lensa anak, kelas digital security. Sutradara film berjudul Penyadap Pulut, Sugeng merasa bangga. Pasalnya film yang dibuatnya berhasil lolos seleksi menjadi finalis dalam ajang Festival Film Dokumenter 2015.

Sebuah Festival yang sudah menginjak usia 14 tahun, digelar dari tanggal 7-12 Desember 2015 di Taman Budaya Yogyakarta dan Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Yogyakarta. “Saya tidak mengira akan mendapatkan prestasi sebaik ini,” imbuhnya. (Arif Widodo-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s