Bangunan Puskesmas Rp 2,7 Miliar Retak

ilustrasi retak

PADURESO – Bangunan Puskesmas Padureso, Kebumen, retak. Bahkan kondisi retakan merembet ke ruangan lain. Praktis, proyek yang didanai dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 2,7 miliar itu terancam sia-sia.

Padahal rencananya tahun depan mulai dioperasionalkan. Proyek pembangunan Puskesmas rawat inap itu pun mengundang perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen untuk meninjau langsung kondisi bangunan tersebut, Selasa (17/11).

Peninjauan setelah inspeksi mendadak (Sidak) dari RSUD Prembun itu dipimpin oleh Ketua Komisi D Joko Budi Sulistyanto didampingi anggota Fajar Fihelmina, Rifai Yuniantoro, dan Wijil Tri Atmojo. Tampak rekahan cukup lebar di tembok ruangan bagian belakang. Bentuk rekahannya menyamping.

Terlihat bagian bawah rekahan seperti mengantung, sedangkan bagian atas hingga pilar bangunan diketahui ada yang patah. Dan rekahan itu menjalar hingga 70 persen bangunan Puskesmas Padureso. Termasuk lantai bangunannya juga hancur.

“Kami sangat prihatin atas kondisi tersebut dan meminta dilakukan penelitian secara ilmiah oleh pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan bangunan Puskesmas Padureso,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen Joko Budi Sulistyanto di sela-sela peninjauan, kemarin.

Sesuai Spesifikasi

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah karena kualitas bangunannya yang buruk atau faktor alam. Joko juga mempertanyakan perencanaan dan studi kelayakan lokasi yang digunakan untuk pembangunan Puskesmas Padureso itu.

Dan pihaknya hanya akan berpegangan pada hasil penelitian secara ilmiah untuk merekomendasikan kepada pihak terkait penanganan atas kerusakan bangunan Puskesmas Padureso. Sehingga saat ini tidak perlu tergesa- gesa untuk menyimpulkan karena faktor alam.

Kasi Sarana Prasarana Dinas Kesehatan Kebumen Puji Purwantoro yang menerima peninjauan Komisi D DPRD Kebumen itu menyerahkan perencanaan pembangunan Puskesmas Padureso kepada para wakil rakyat tersebut.

Menurutnya, rusaknya bangunan Puskesmas Padureso itu menyusul hujan deras, di mana airnya masuk ke dalam tanah dan mengakibatkan ambles. “Untuk pelaksanaan proyek ini sudah sesuai spesifikasi dan perencanaan yang ada,” tuturnya.

Pelaksana proyek Puskesmas Padureso, Brono Ermerawan, yang ikut menerima kunjungan Komisi D kemarin menjelaskan, merekahnya bangunan Puskesmas Padureso itu terjadi pada Minggu (15/11).

Untuk mengatasinya akan dilakukan dengan mengeratkan pondasi yang terpisah dan menambal bangunan yang merekah. “Sedangkan lantainya kami bongkar ulang dan diganti yang baru,” jelas Wawan, panggilan akrab Brono Ermerawan itu. (K5-78/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s