Tempo Doeloe: Badranala Beri Nama Istiq dan Kutasari

tugu lawet

ALIAN – Bupati pertama Kebumen saat daerah ini bernama Panjer, Badranala, memberi nama Istiq dan Kutasari sebagai tempat istirahat usai memenangi peperangan. Pemberian nama Istiq itu, setelah berhasil menyerang Batavia pada 3 Desember 1628.

Adapun Kutasari setelah menghalau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Pantai Petanahan Kebumen pada 17 Mei 1643. Tempat istirahat yang bernama Istiq itu, kemudian menjadi Masjid Istiqlal Jakarta dan Kutasari menjadi Masjid Agung yang berada di Desa Kutasari, Kecamatan/ Kabupaten Kebumen.

Menurut Juru Kunci Makam Badranala, Toil (62), warga Dukuh Kewarasan RT 8 RW 1, Desa Karangkembang, Kecamatan Alian, Kebumen, saat menyerang Batavia, Badranala belum menjadi bupati. Ia masih bertugas mencari bahan logistik untuk bekal menyerang ke Batavia.

Dan setelah memenangi peperangan dan membuat tempat istirahat bernama Istiq, Badranala baru diangkat menjadi Senopati Ngalaga. Selanjutnya pada tahun 1642, Mataram menetapkan nama Panjer menjadi Panjer Roma dan mengangkat Badranala menjadi kepala daerahnya.

”Atas keberhasilan menghalau VOC di Pantai Petanahan pada tanggal 17 Mei 1643 itu, Badranala diberi gelar Ki Gede Panjer Roma I oleh kerajaan Mataram saat masa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakra Kusuma (1613-1645),” jelasnya.

Oleh almarhum Toeriman Madyomiharjo, budayawan asal Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, tanggal 17 Mei 1643 itu diajukan sebagai Hari Jadi Kebumen untuk mengganti tanggal 1 Januari 1963 yang mengacu pada keputusan Jenderal Pemerintah Belanda De Jonge atas penggabungan Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten.

Toil yang didampingi istrinya, Watiem (62) mengatakan, saat menghalau penjajah tersebut, Badranala serta prajuritnya dibantu Ki Ageng Geseng dan Ki Nayapatra.

Memberi Tanah

Ki Ageng Geseng adalah gurunya Badranala, sedangkan Ki Nayapatra yang juga anaknya Ki Ageng Geseng itu mertuanya Badranala. Dan anak dari Ki Nayapatra yang diperistri Badranala bernama Endang Patrasari.

Pasangan tersebut memiliki dua putra, yaitu Hastrasuta dan Kertasuta, yang masing-masing meneruskan tahta setelah Badranala (1642-1657) secara bergantian. Hastrasuta menjadi bupati Kebumen pada tahun 1657-1677, sedangkan Kertasuta menjabat tahun 1677-1710.

”Hastrasuta yang bergelar Ki Gede Panjer Roma II dan Kertasuta yang bergelar Ki Gede Panjer III, masing-masing juga memiliki jasa kepada pihak Kerajaan Mataram,” imbuh Toil, bapak 11 anak yang dikaruniai 18 cucu ini.

Hastrasuta berjasa kepada Pangeran Bumidirjo, karena memberikan tanah sebelah utara lekukan Luk Ulo. Namun, Bumidirjo yang kemudian membuat padepokan itu diketahui pihak Mataram dan meninggalkan padepokannya ke Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun.

Untuk diketahui, keberadaan Bumidirjo di Panjer saat kepemimpinan Hastrasuta itu, untuk menghindari Raja Mataram Amangkurat I (1646- 1677). Kepergian Bumidirjo itu pun diikuti oleh Hastrasuta ke Panjer Gunung.

Kertasuta lantas memegang tampuk kekuasaan. Ia berjasa kepada Amangkurat I yang datang dalam kondisi sakit di Panjer saat Trunajaya (pemberontak dari Madura) menduduki Kraton Mataram tahun 1677. Amangkurat diobati menggunakan kelapa tua (aking). Atas jasanya tersebut, Kertasuta diberi gelar Kalapaking I dan dijadikan menantu oleh Amangkurat I.

”Saya berharap agar masyarakat peduli sejarah,” pinta Toil yang mengaku akan terus merawat makam Badranala di Desa Karangkembang itu selama hayat masih di kandung badan. Hingga 2015 ini, bupati Kebumen sudah yang ke-30 dan diteruskan oleh Pj bupati Arief Irwanto. (Arif Widodo-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s