Memasuki Musim Hujan, 127 Desa Rawan Longsor

longsor

KEBUMEN – Memasuki musim penghujan, masyarakat di Kebumen diminta waspada terhadap potensi bencana alam. Pasalnya, kondisi topografi Kebumen terdiri atas wilayah pegunungan dan dataran rendah sangat berisiko terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, di Kebumen terdapat 127 desa di 15 kecamatan yang masuk kategori rawan longsor. Adapun keluarga yang rawan terdampak sekitar 26.569 keluarga.

Sedangkan sebanyak 118 di 17 kecamatan desa rawan bencana banjir dengan 25.777 keluarga yang rawan terdampak. Mengantisipasi terjadinya bencana di Kebumen, Sekda Kebumen ex-officio Kepala BPBD Kebumen Adi Pandoyo memimpin apel siaga bencana di kantor BPBD Kebumen, Jumat (13/11).

Apel siaga bencana sekaligus mengecek kesiapan personeil, sarana prasarana hingga logistik jika suatu saat dibutuhkan. “Selain melakukan pendataan logistik, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, kami juga menyiapkan tim reaksi cepat untuk penanganan bencana alam,” ujar Sekda Kebumen Adi Pandoyo di sela-sela acara.

Selain itu, untuk menyamakan persepsi antara satuan kerja, pihaknya segera rapat koordinasi persiapan penanggupangan bencana. Harapannya, setiap tahuan kerja dapat berperan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam menghadapi bencana.

“Untuk kesiapan logsitik aman, termasuk Pemkab Kebumen masih menyediakan dana tak tersangka Rp 1,5 miliar,” ujar Adi Pandoyo menyebutkan pihaknya juga akan mendirikan posko bencana di setiap kecamatan.

Siapkan Logistik

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto menambahkan, sejumlah logistik yang disiapkan antara lain 275 bronjong, 10.000 karung, 175 m3 batu belah, beras 5 ton, dan sembako. Sejumlah sarana dan prasaran disiagakan antara lain tiga perahu karet, tiga mesin perahu, empat unit jenset, 16 unit pompa air, tenda pleton, posko dan pengungsi.

“Kami menyiagakan 64 personel, 16 di antaranya berada di Pos PBBD Gombong,” ujar Muhyidin menyebutkan tahun depan akan dibuka posko BPBD di Prembun dan Petanahan.

Sementara itu, saat ini sudah masuk laporan terjadinya tanah longsor meski dalam kategori ringan. “Yakni talut longsor yang mengancam rumah di Desa Sidototo, Kecamatan Padureso, dan jalan tertimbun longsor serta talur kali longsor di Desa Balingasal,” ujar Eko Widianto didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Muhyidin.

Muhidin mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan cerdas membaca gejala alam. Misalnya gejala lereng akan longsor biasanya terjadi mendadak pada saat hujan atau sesudah hujan besar. Selain itu juga diikuti dengan suara gemuruh serta gerakan massa tanah, batuan yang meluncur sangat cepat.

Tanda alam lainnya berupa munculnya retakan lengkung memanjang pada lereng dan bangunan di atas lereng serta miringnya pohon-pohon, tiang-tiang dan bangunan di atas lereng. “Gejala lainnya mudah dihapal yaitu pintu-pintu dan jendela sulit dibuka serta munculnya rembesan air pada lereng secara tiba-tiba,” ujarnya. (J19-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s