Kebumen Waspada Banjir dan Longsor

Warga membantu siswa yang terjebak banjir luapan Sungai Kedungbener Kebumen bulan November 2014 lalu (Photo: KRjogja)

Warga membantu siswa yang terjebak banjir luapan Sungai Kedungbener Kebumen bulan November 2014 lalu (Photo: KRjogja)

KEBUMEN – Memasuki musim hujan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Peta rawan longsor di Kabupaten Kebumen meliputi 127 desa, dan 118 desa rawan banjir.

Demikian pula dengan ancaman bencana angin kencang. Apalagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen sudah menerima laporan 1 rumah di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, rusak diterjang angin kencang.

“Kewaspadaan bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengantisipasi banjir dengan tidak membuang sampah di saluran air. Atau jika terlihat ada retakan tanah, secepatnya ditutup dengan tanah agar air tidak masuk karena jika dibiarkan, berpotensi longsor,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Eko Widianto, didampingi Kasi Logistik, Basori.

BPBD sendiri sudah menyiapkan logistik, seperti beras sebanyak 5 ton. Selain itu, 3 perahu karet, 275 bronjong, 10.000 karung plastik, genset, serta mesin gergaji. Personil juga disiagakan 24 jam. (Suk/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s