Aniaya Pemuda, Seorang Guru SD Dipolisikan

penganiyayaan

BULUSPESANTREN – Kasus kekerasan yang dilakukan seorang guru kembali terjadi. Di Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren, Rianto Aji K pemuda siswa kelas II SMK Multimedia PGRI Buluspesantren dianiaya oleh Mulyanto yang berprofesi sebagai guru SDN Ambalkliwonan.

Penganiayaan itu terjadi saat Rianto sedang bermain-main. Tidak terima dengan perlakuan Mulyanto, pihak keluarga Rianto pun akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Informasi yang berhasil dihimpun Ekspres, kejadian berawal saat Rianto sedang bermain dengan teman sejawatnya Arifin warga RT 1 RW 2 Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren, Munggu (8/11) kemarin. Saat sedang bermain, Arifin meminjam Handphone Nokia Asia 301 milik Riyanto untuk berfoto-foto. Saat itu Arifin hendak mengupload foto-foto hasil jepretannya ke sosial media.

Rianto yang tidak berkenan fotonya diupload pun langsung meminta HP nya dikembalikan. Namun Arifin tidak mau mengembalikannya. Akhirnya Rianto mengambil sebuah batu dengan maksud untuk menakut-nakuti Arifin, sambil terus meminta HP nya untuk dikembalikan.

Pada saat yang bersamaan datanglah Mulyanto, entah bermaksud melerai atau apa yang jelas tiba-tiba Mulyanto memukul mereka berdua.

“Saya tidak mungkin akan memukul Arifin dengan batu, saya hanya bercanda saja. Namun tiba-tiba Pak Mulyanto datang menampar Arifin, serta memukul bagian tengkuk dan mulut saya. Bahkan gusi saya sempat berdarah karena kerasnya pukulan,” tutur Rianto Kepada Ekspres, Rabu (11/11) di Mapolsek Buluspesantren.

Ia menambakan, pada saat kejadian Ia memang sempat kejar-kejaran dengan Arifin, namun itu bukan sedang berkelahi. Mereka hanya bermain-main saja. Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, ibu Rianto, Subiyanti (40) pun melaporkan Mulyanto kepada Polsek Buluspesantren. Pasalnya sudah lima hari sejak kejadian penganiayaan itu tidak meminta maaf.

“Dia kan seorang guru dan saya hanya masyarakat kecil dan miskin, seandanya sebelumnya pak Mulyanto ada niatan baik dan meminta maaf mungkin kasus ini tidak akan sampai kerah hukum,” kata Subiyanti saat mendampingi Rianto.

Saat disinggung apakan Subiyanti akan memaafkan, jika tiba-tiba Mulyanto berkunjung kerumahnya untuk meminta maaf. Subiyanti menjawab masih pikir-pikir. Pasalnya sudah lima hari ini sejak kasus dibiarkan begitu saja. Hal ini membuat kesan seolah-oleh Mulyanto tidak merasa bersalah, padahal Ia telah membuat gusi anaknya berdarah.

“Jika memang anak saya kurang ajar, maka saya akan berterima kasih kepada Bapak Mulyanto. Namun pada kejadian ini anak saya tidak ada masalah dengan Mulyanto. Anak saya lagi main-main dan tanpa alasan yang jelas dipukuli,” paparnya.

Sementara itu Kapolsek Buluspesantren AKP Surono mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya akan menggali informasi dari kedua belah pihak. Pasalnya saat ini informasi baru diperoleh sepihak, yaitu dari Rianto dan keluarganya.

Kendati demikian, menurutnya kasus tersebut merupakan jenis Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang semestinya bisa diselesaikan dengan cara mediasi. “Kita meminta keterangan dari kedua belah pihak. Karna ini merupakan tipiring maka akan diupayakan untuk mediasa atau diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya. (mam/ttg/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s