Kemarau, Petani Rumput Gajah ‘Sumringah’

gajah2an

PETANAHAN – Di tengah berlangsungnya kemarau saat ini, petani rumput gajah di desa-desa pesisir Kebumen sangat beruntung. Sebab, rumputnya laris dibeli para peternak sapi dan pedagang hijauan makanan ternak dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga jual di musim penghujan.

“Mengingat berbagai desa pesisir Kebumen adalah sentra sapi, maka kebun rumput gajah atau oleh warga pesisir Kebumen disebut ‘kebon gajahan’ menjadi kebun andalan petaninya di musim kemarau. Peternak sapi banyak yang memburu rumput ini karena di musim kemarau dianggap sebagai makanan terbaik bagi sapi mereka,” ujar petani rumput gajah Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan Kebumen, Kartodikromo, di lahannya, Rabu (04/11/2015).

Karto, pemilik 4.000 meter pesegi kebun rumput gajah, menjelaskan bahwa dengan kondisi daunnya yang hijau segar,cmenyebabkan rumput gajah dianggap sebagai makanan terbaik bagi sapi di musim kemarau, dibandingkan hijauan makanan ternak lainnya.

“Di musim kemarau berbagai jenis rumput liar dan daun palawija biasanya kondisinya kurang segar. Karena itu, rumput gajah dari kebon gajahan dianggap sebagai pakan terbaik sapi di musim kemarau,” jelas Kromo yang selama kemarau ini menjual rumput gajahnya Rp 20 ribu/ikat.

Sedangkan di musim penghujan hanya Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu/ikat. Digambarkan, satu ikat rumput gajahnya berdiameter ‘nem kilan’ (enam jengkal) atau sekitar 120 sentimeter yang cukup untuk konsumsi sehari seekor sapi dewasa. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s