Jelang Pilbup, Implementasikan Revolusi Mental

stop money politik

BULUSPESANTREN – Pelaksanaan Pilbup serentak pada 9 Desember 2015 perlu mengimplementasikan revolusi mental yang dicanangkan pemerintahan Jokowi- JK dalam salah satu program Nawa Cita-nya.

Implementasi revolusi mental itu, menurut Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Buluspesantren Kabupaten Kebumen Dyah Ning Rahayu Ningsih SAg itu, yakni tanpa melakukan praktik politik uang.

Menurut dia, praktik politik uang selama ini selalu marak pada pelaksanaan pemilihan, seperti Pilbup. Bahkan sudah membudaya dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa yang lebih dikenal dengan wuwuran. Padahal perbuatan itu, jelas-jelas tidak terpuji dan telah mencederai demokrasi.

“Oleh karena itu, momentum Pilkada ini menjadi penting untuk mengimplementasikan revolusi mental agar tidak ada money politic,” kata Dyah Ning yang juga guru Bahasa Indonesia MTs Ayyusufiyah Desa Sangubanyu Kecamatan Buluspesantren, Kebumen itu.

Ia pun sempat miris saat mengetahui ada sebagian masyarakat yang cenderung menginginkan wuwuran dalam Pilkada ini. Bahkan menganggap jika tanpa wuwuran, maka Pilkada menjadi kurang semarak.

Komitmen

Jadi, lanjut Dyah Ning yang warga Desa Arjowinangun, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, dalam mengimplementasikan revolusi mental itu pun harus dilakukan secara bersama-sama dari kalangan masyarakat sendiri hingga pejabat.

Terutama kalangan partai politik, tim sukses, maupun pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berkompetisi dalam Pilkada. Di kabupaten berslogan Beriman ini, juga telah menjalankan revolusi mental sejak adanya komitmen bersama ulama dan umaro pada Kamis 17 Mei 2012.

Komitmen itu berisi tentang kesanggupan segenap komponen masyarakat Kebumen menyumbangkan jiwa dan raga untuk mewujudkan Kebumen Beriman. Jadi sudah selayaknya, Beriman tidak hanya sebatas slogan atau akronim Bersih, Indah, Manfaat, Aman, dan Nyaman saja, namun menjadi ruh dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Termasuk dalam menyikapi Pilkada yang bebas dari politik uang. Dengan demikian, Pilkada ini dapat menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan cita-cita para pendahulu. “Dan ini telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan empat sabatnya, yakni Abu Bakar Sidik, Umar Bin Khatab, Usman Bin Afan, dan Ali Bin Abi Tholib,” tuturnya. (Arif Widodo-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s