Soal Pilbup, Khanifudin Sayangkan Sikap NU

khanifudin

KEBUMEN – Wakil Ketua Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaaffah (P4SK) Kabupaten Kebumen Khanifudin Wahid menyayangkan sikap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang dibawa-bawa ke ranah politik.

Pernyataan tersebut dilontarkan sebagai reaksi atas sikap elit PC NU Kebumen yang mendukung pasangan calon tertentu dalam pelaksanaan Pilbup 9 Desember mendatang.

Bahkan dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Ketua PC NU Kebumen KH Masykur Rozak secara terang-terangan mendukung pasangan calon Muhammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz. Padahal dari kacamata NU, kyai tidak boleh terlalu jauh masuk dalam politik praktis.

“Kyai memang boleh berpolitik, tetapi mbok yao jangan kebablasan,” kata Khanifudin yang sejak 1982 aktif di Anshor dan kini menjadi penasihat gerakan pemuda tersebut Kepada Ekspres, Senin (26/10).

Khanifudin yang juga anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen itu menjelaskan, sebagaimana organisasi keagamaan yang sudah kembali ke khitah pada 1926, maka NU tidak boleh dibawa ke ranah politik praktis. Organisasi keagamaan terbesar itu pun harus tetap memikirkan umat dan bangsa.

Sayangnya, kondisi yang ada sekarang ini justru cenderung hanya memikirkan kepentingan politik sesaat saja. Bahkan, lanjut Khanifudin yang menggeluti usaha mebel ini, sejak adanya Musyawarah Cabang (Muscab) di Jetis Desa Kutosari Kebumen 2013 silam, nyaris tidak ada kontribusi dari PC NU ke ranting-ranting.

Pihaknya yang menerima pengaduan dari ranting Se-Kebumen itu pun memperihatinkannya. Khanifudin berharap agar elit NU Kebumen berembuk terlebih dahulu sebelum menyikapi sesuatu. “Tentunya, sikap tersebut bukanlah yang politik praktis. Mengingat, NU itu bukan untuk pribadi, melainkan untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Khanifudin membenarkan jika kyai harus tahu politik agar tidak terjerat dalam permainan politik. Ia pun mengungkap sejarah adanya kyai yang terjebak dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 karena tidak tahu politik. Saat masuk PKI, sang kyai tersebut tetap diperbolehkan sholat, tahlilan, maupun melakukan kegiatan ibadah lainnya.

Namun kemudian menjadi masalah dan sang kyai yang diketahui dari Karanganyar itu dipanggil Kodim 0709 Kebumen. “Dan ketika kyai boleh berpolitik, bukan berarti harus sampai masuk ke politik dagang sapi,” tandas Khanifudin.

Sikap yang ditunjukan elit NU Kebumen saat ini pun dinilai Khanifudin sudah keluar dari khitah NU 1926 dan akan berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat. Untuk mengatasinya, lanjut Khanifudin, tergantung pimpinan NU.

“Tetapi kalau pimpinan NU-nya saja sudah masuk politik dagang sapi, maka saya siap untuk memimpin NU Kebumen,” kata Khanifudin yang menegaskan NU di bawah kepemimpinannya nanti akan tetap berjalan sesuai rel.

Sementara itu, Katib Suriah PC NU Kebumen Salim Wazdi menegaskan bahwa PC NU Kebumen masih solid memilikirkan masalah kebangsaan dan kerakyatan. (mam/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s