Kades Se-Ambal Bantu Air Bersih

bantuan air bersih

AMBAL – Kepala desa Se-Kecamatan Ambal, Kebumen mengumpulkan bantuan pengadaan air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan.

Bantuan yang masih berupa uang tersebut diserahkan oleh Camat Ambal Subagyo kepada Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen Arif Rahmadi, di sela-sela konferensi kepala desa di Desa Pagedangan, Kecamatan Ambal, kemarin.

Hadir Muspika Ambal serta dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kebumen. Camat Ambal Subagyo mengemukakan, bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian desa-desa di wilayah Ambal terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau ini.

Di samping itu, menindaklanjuti arahan pimpinan untuk membantu sesama di wilayah yang sekarang mengalami kekeringan. Sebanyak 32 desa di Kecamatan Ambal itu pun mengumpulkan iuran membantu air bersih lewat BPBD.

Subagyo didampingi Sekretaris Kecamatan Ambal Joko Sudibyo dan Amin dari UPT Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kecamatan Ambal menambahkan, tindakan tersebut merupakan respons cepat dari para kepala desa di Ambal.

“Sebagaimana dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), seluruh desa di kecamatan Ambal lunas 100 persen sejak bulan lalu,” katanya. Kasi Kedaruratan pada BPBD Kebumen, Arif Rahmadi menjelaskan, bantuan air bersih dari APBD Kebumen sebanyak 2.056 tangki.

Kemarau Panjang

Mengingat kemarau tahun cukup panjang, lanjut Arif, maka bantuan tersebut belum mencukupi. Untuk itu, Sekda Kebumen Adi Pandoyo menganjurkan dinas dan instansi baik pemerintah maupun swasta ikut berpartisipasi memberikan bantuan air bersih.

Hingga kemarin terhimpun Rp 766.680.300 plus 45 tangki air bersih. Dari perhitungan sampai turun hujan sekitar minggu kedua November, Arif belum bisa memprediksikan apakah airnya sudah masuk ke dalam sumur warga.

Kendala dihadapi BPBD saat ini yakni persediaan air baku yang mengambil dari Sungai Kedungbener kian menyusut. Satu armada per harinya membawa lima tangki yang acapkali baru selesai pada dini hari.

“Ini karena pengambilan air bakunya terlalu jauh,” jelas Arif Rahmadi sembari mengatakan, pengambilan air baku saat ini di Ungaran Kutowinangun dan Karanggayam.

Ditambahkan, air baku terdekat di Krakal yang mengambil dari Sungai Kedungbener menyusut. Sehingga saat petugas mengambil air baku dari Ungaran untuk dropping air bersih di Karangsambung memakan waktu lama.

Arif mengusulkan pembuatan sumur di Sungai Luk Ulo. Satu titiknya dibuat empat sumur yang satu dengan lainnya terkoneksi. “Ini salah satu cara untuk mendekatkan pengambilan air bakunya,” jelasnya. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s