Film ”Jenitri” Raih Penghargaan di Ajang AFI 2015

muslihan

KEBUMEN – “Jenitri”, sebuah film dokumenter yang digarap oleh pelajar Kebumen kembali meraih penghargaan. Kali ini film yang dibuat oleh Muslihan mendapatkan penghargaan Dewantara pada Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Benteng Vredeburg Yogyakarta, Sabtu (24/10/2015) lalu.

Pada Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015 digelar di Benteng Vredeburg Yogyakarta tersebut, 17 Piala Dewantara diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada para insan film Tanah Air. Ada Delapam kategori yang berhak mendapatkan penghargaan Piala Dewantara.

Mulai dari Apresiasi Film Cerita Panjang Bioskop, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Pendek Kategori Umum, Apresiasi Film Pendek Kategori Pelajar/Mahasiswa, Apresiasi Film Dokumenter Kategori Umum, Apresiasi Film Dokumenter Kategori Pelajar/Mahasiswa, Apresiasi Film Animasi Kategori Umum, hingga Apresiasi Film Animasi Kategori Pelajar/Mahasiswa.

“Awalnya saya tidak menyangka jika filmnya akan mendapat Penghargaan dalam ajang bergengsi ini. Bagi saya, masuk nominasi Apresiasi Film Dokumenter kategori Pelajar saja sudah senang. Apalagi malah menang dan dapat Piala Dewantara, “ ungkap Muslihan yang menghadiri undangan AFI 2015 tersebut.

Terlepas dari itu, film Jenitri tampaknya sangat layak menjadi pemenang. Mengingat sebelumnya, film tersebut juga sudah memborong beberapa penghargaan diantaranya Dokumenter terbaik 2 dan Sinematografi terbaik pada Documentary Days Feui – Jakarta 2014 lalu.

Selain itu penghargaan juga pernah diperoleh pada Festival Film Pelajar Jogja tahun 2014 lalu sebagai Dokumenter terbaik 2. Bukan itu saja pada ajang Youth Sineas Award – Bali 2015, film jenitri juga kembali menjadi film Dokumenter terbaik dan sutradara terbaik, Editor terbaik serta Sinematografi terbaik.

Dalam film itu Muslihan mengangkat kisah tentang Jenitri di Kebumen, yang kini menjadi incaran para Buyer (pembeli) dari luar neger seperti China, Jepang, Nepal bahkan India. Film Dokumenter itu berdurasi sekitar 13 menitan. Digarap di Taman Belajar Multimedia Sangkanpara Cilacap sebuah komunitas film. Seluruh penggarapan film tersebut difasilitasi oleh Sangkanparan.

Semetara itu pengelola Sangkanparan Cilacap Insan Indah Pribadi juga merasa bangga, atas prestasi yang diraih anak didiknya. Baginya hal tersebut bisa menjadi tabungan bagi siswa untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Melalui film Jenitri ini, saya merasa salut pada Muslihan. Meski hanya seorang anak sopir, tapi mampu membuktikan bahwa dirinya bisa berkarya melalui film. Saya berharap, penghargaan ini bisa terus memotivasi dirinya untuk terus berkarya,” katanya yang mendampingi produksi Film Jenitri di Kebumen. (mam/ kebumenekspres.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s