Demokrasi Pancasila Gencar Disosialisasikan Lewat Pesantren

taufiq R Abdulah

SRUWENG – Anggota MPR RI Taufik R Abdullah gencar menyosialisasikan sistem demokrasi Pancasila lewat pesantren-pesantren. Kali ini Taufik juga anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, menyosialisasikan bersama sejumlah narasumber yakni Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori atau dikenal Gus Yusuf dan Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi.

Hadir Ketua DPC PKB Kebumen Zaeni Miftah dan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz.

“Kami melihat peran pesantren dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila cukup banyak. Antara lain toleransi dan menghargai kalangan minoritas,” kata Taufik kepada Suara Merdeka di selasela mengisi seminar penguatan sistem demokrasi Pancasila di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kebumen, baru-baru ini.

Pembangunan Fisik

Seminar di pesantren diasuh KH Saeful Munir itu mengundang antusias para santri dan warga setempat. Mereka pun aktif menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat dari pusat tersebut. Menurut Taufik, keberadaan pesantren merupakan komponen yang menguatkan Pancasila.

Pesantren melalui NU-nya, kata Taufik, juga telah menyosialisasikan Pancasila kepada masyarakat sejak pendirian bangsa ini. Bahkan proklamator kemerdekaan RI Ir Soekarno sempat mengusulkan agar Pancasila dijadikan azas dalam hubungan negara-negara di PBB.

Kegiatan positif di pesantren itu pun perlu digencarkan terus menerus agar masyarakat peduli sejarah dan selalu mengedepankan semangat kebersamaan membangun hingga selamalamanya. Dikatakan Taufik, orang yang ber-Pancasila dengan benar, sudah pasti ber-Islam dengan benar.

Seminar diisi tanya jawab itu pun memberi pencerahan terhadap masyarakat, mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu masih sangat relevan disampaikan dalam kondisi saat ini. Sehingga sistem ketatanegaraan Indonesia yang menganut demokrasi Pancasila itu tidak boleh diubah.

Begiitu pula pada pembukaan UUD 1945 yang terdapat citacita, tujuan serta dasar bernegara. Selanjutnya Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s