Borong Solar Bersubsidi, Rido Ditangkap

penimbun solar

KEBUMEN – Seorang warga Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan harus berurusan dengah aparat kepolisian lantaran memborong solar bersubsidi tanpa dilengkap dokumen atau surat rekomendasi yang sah.

Pemuda bernama Rido (20) tersebut hingga Kamis (29/10) masih ditahan di Mapolres Kebumen untuk menjalani proses penyidikan. Tersangka ditangkap Unit IV Satreskrim Polres Kebumen setelah memborong 420 liter solar bersubsidi di SPBU 44.543.11 PT Namya Bersaudara di Jalan Puring KM 3 Gombong, barubaru ini.

Selain menahan tersangka, polisi juga menyita solar yang diwadahi dengan 15 jerigen dan diangkut menggunakan kendaraan bermotor roda tiga merek Kaisar Triseda Nopol Z-3407-FI.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kasubag Humas AKP Wasidi mengatakan, atas perbuatannya tersangka melanggar pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Yakni orang yang sengaja melakukan menyalahgunakan, pengangkutan dan atau niaga BBM yang bersubsidi oleh pemerintah.

“Tersangka terancam dipidana paling lama enam tahun serta denda paling banyak Rp 60 miliar,” ujar AKP Wasidi kepada Suara Merdeka.

Sementara itu, kepada penyidik, tersangka mengaku baru tiga kali memborong solar bersubsidi. Solar bersubsidi yang dibeli dengan harga Rp 6.700/liter tersebut hendak dijual kepada pemilik tambak udang di pesisir selatan dengan harga Rp 7.500-Rp 8.000/liter.

Solar tersebut untuk menghidupkan genset yang menggerakkan kincir di lokasi tambak udang. Sebenarnya, tersangka membawa rekomendasi dari kantor kecamatan, namun bukan untuk membeli solar melainkan membeli bensin dengan batas maksimal 50 liter.

Namun surat tersebut disalahgunakan untuk membeli solar bersubsi yang dijual kepada pelaku industri yang semestinya membeli solar nonsubsidi.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk pegawai kecamatan dan petugas SPBU,” ujar Kasat Reskrim Polres Kebumen AKPWilly Budiyanto didampingi Kanit IV Ipda Sujatno. Meski sudah diperiksa, polisi belum menetapkan tersangka dari pihak SPBU terkait.

Meski demikian polisi masih terus mengembangkan apakah persoalan ini yang terlibat hanya operator atau sampai manajemen SPBU. “Kami masih mengembangkan kasus ini,” tandas AKPWilly Budiyanto menyebutkan tidak menutup kemungkinan praktik penyalahgunaan solar bersubsidi ini banyak terjadi di Kebumen. (J19-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s