11 Jamaah Haji Asal Kebumen Wafat di Tanah Suci

haji kebumen1

KEBUMEN – Musim haji 2015 telah berakhir. Sebanyak 854 jamaah haji yang tergabung dalam empat kloter seluruhnya telah tiba di Kebumen. Yang terakhir, 42 jemaah kloter 74 tiba di Kebumen, Senin (26/10) sore.

Satu jemaah haji kloter 74 dinyatakan meninggal di tanah suci. Dengan demikian, total jemaah haji yang meninggal di tanah suci menjadi 11 jamaah. Diangkut menggunakan satu unit bus, kloter terakhir tersebut tiba di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kebumen pukul 17.15 WIB.

Mereka dijemput oleh petugas Kantor Kementerian Agama dan ratusan keluarganya, yang telah menunggu sejak siang hari. Kloter 74 sendiri gabungan jemaah haji asal Surakarta, Wonosobo, dan Kebumen.

Seharusnya kloter 74 jumlah jemaahnya sebanyak 43 orang, namun berkurang satu jemaah karena meninggal di tanah suci. Sehingga yang dipulangkan sebanyak 42 orang. Satu jemaah yang meninggal atas nama Mohammad Affadi (71), warga RT 04 RW 04 Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit.

Jemaah rombongan 8 regu 2 tersebut meninggal karena menderita penyakit jantung (cardivoscular diseases). Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di pemondokan pada 29 September pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Muh Nasir, mengatakan musim haji tahun ini jumlah jemaah yang meninggal di tanah suci sebanyak 11 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya delapan orang.

Sehingga secara keseluruhan jemaah yang kembali ke tanah air sebanyak 854 orang dari total 865 orang jemaah. “Sudah tidak adalagi jemaah asal Kebumen yang tertinggal semuanya sudah pulang. Kecuali yang wafat di tanah suci,” kata Muh Nasir, kemarin.

Adapun 11 jemaah yang wafat saat menjalankan ibadah haji di tanah suci, yaitu Chotimah Madarjo (56), warga RT 01 RW 03 Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan. Chotimah meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi, pada 17 Oktober lalu, karena penyakit peredaran darah (circulatory diseases).

Selanjutnya, Muhamad Kaeri (89), warga RT 02 RW 01 Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng. Jemaah haji tertua ini meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi pada 18 Oktober lalu, karena menderita sakit pernafasan (respiratory diseases).

Sedangkan, jemaah atas nama Saheri Dulchamid (70), warga RT 08 RW 05 Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, meninggal pada 19 Oktober di BPHI Madinah. Almarhum meninggal karena penyakit jantung (cardivoscular diseases).

Ketiganya diketahui tergabung dalam Kloter 37, yang seharusnya sudah tiba di Kebumen pada Selasa (13/10) lalu pukul 11.00 WIB. Namun, terpaksa ditinggal di tanah suci karena kondisinya semakin memburuk.

Kemudian, jemaah kloter 36 bernama Martijo, warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren. Martijo menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Oktober lalu pukul 16.00 Waktu Arab Saudi. Ny Salimi, warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, yang meninggal 23 September pukul 13.45 WAS.

Ny Salimi tergabung ke dalam kloter 37. Sri Titi Sumaryanti, warga Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen. Jemaah kloter 37 rombongan 1 regu 3 tersebut meninggal 23 September pukul 19.45 WAS.

Selanjutnya, Moh Achmadi, warga Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren. Jemaah yang meninggal pada 1 Oktober pukul 17.25 WAS tersebut, merupakan jemaah kloter 37 rombingan 8 regu 1. Disusul, Ranawijaya Dul Kholik, warga Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren. Ranawijaya meninggal 2 Oktober pukul 23.20 WAS, merupakan jemaah kloter 37 rombongan 6 dan regur 4.

Jemaah atas nama Toto Haryanto, warga RT 03 RW 01 Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, juga meninggal di RSA Zaheer Mekah. Jemaah kloter 37 rombongan 5 regu 3 tersebut meninggal pada 5 Oktober lalu.

Satu orang jemaah kloter 38 yang meninggal di tanah suci, yakni Kasbiyah. Jemaah warga Desa Pekutan, Kecamatan Mirit, itu meninggal pada 23 September pukul 13.30 WAS. Semasa menjalankan ibadah haji Kasbiyah tergabung dengan rombongan 2 regu 3, kloter 38.

Dengan demikian, kloter 37 menjadi kloter terbanyak dengan jumlah jemaah yang meninggal dunia. Yaitu sebanyak delapan orang. Disusul kloter 36, 38 dan kloter 74, masing-masing satu orang meninggal dunia.

Untuk diketahui, kloter 36 tiba di Kebumen pada Senin (12/10) pukul 20.00 WIB, kloter 37 pada Selasa (13/10) pukul 11.00 WIB, dan kloter 38 pada Rabu (13/10) dini hari.

Setelah seluruhnya jemaah haji tiba, Pemkab Kebumen akan menggelar tasyakuran haji pada 3 November 2015 di Pendopo Bupati. Pada acara tersebut akan diundang Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jateng Ahmadi, sebagai penceramah. (ori/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s