Spanduk Tiga Pasang Cabup Hilang

Pilkada

BONOROWO – Panwascam Bonorowo Kebumen menyayangkan hilangnya spanduk tiga pasang calon (paslon) di wilayah tersebut. KPU Kebumen diminta segera memfasilitasi dan mengganti spanduk resmi tersebut sebagai bagian dari sosialisasi Pilkada 2015.

Ketua Panwsascam Bonorowo, Miftakhul Amin, kemarin, mengungkapkan, spanduk yang hilang resmi dibuat KPU. Yakni, spanduk tiga paslon di Desa Mrentul, Bonjok Lor, Tlogorejo, Pujodadi, dan Rowosari.

Praktis di lima desa tersebut sepi dari spanduk paslon sehingga dikhawatirkan para pemilih tidak mengenal tiga pasang calon yang maju pada Pilkada 9 Desember nanti.

”Ini ironis karena spanduk yang hilang hampir separuh dari desa di Bonorowo. KPU semestinya segera mengganti dan memfasilitasinya karena spanduk paslon Khayub-Bahrun, Fuad- Yazid, dan Bambang-Sunarto itu sebagai media sosialisasi resmi KPU,” tandas Miftakhul Amin.

Dia menjelaskan, Panwascam Bonorowo telah memetakan potensi kerawanan dan gangguan pada Pilkada Desember 2015 tersebut. Bahkan dua desa berpotensi ricuh akibat persaingan tim sukses menarik simpati pemilih.

Terus Dipantau

Menurut dia, di Kecamatan Bonorowo pada Pilkada 2015 terdapat 42 TPS yang tersebar di 11 desa. Adapun potensi kerawanan ada di Desa Mrentul dan Desa Bonjok Kidul yang kebetulan berbatasan dan sama-sama menjadi basis menarik simpati pemilih.

Miftakhul mengatakan, pihaknya terus memantau gerakan tim sukses tiga pasang calon. Pada Minggu (25/10) lalu tim calon nomor urut dua Fuad-Yazid melaksanakan konsolidasi di rumah seorang warga, Rubiko, diikuti tiga desa yaitu Mrentul, Bonjok Lor, dan Bonjok Kidul.

”Kami terus memantau kegiatan tersebut. Konsolidasi berjalan kondusif meskipun tim paslon begitu aktif mengadakan kegiatan. Kami berpesan kepada masing-masing timses agar tetap mematuhi aturan yang berlaku,” tandas Miftakhul Amin yang mengaku bekerja sama dengan jajaran Polsek Bonorowo dalam memantau kegiatan kampanye pilkada.

Kerawanan lain yang ada di Kecamatan Bonorowo yakni ancaman banjir. Mengingat desadesa di kecamatan tersebut terletak di dataran rendah dan sangat rawan kebanjiran setiap musim hujan.

Beberapa desa yang rawan tergenang banjir itu di kawasan bonorawan. Bahkan ada TPS yang lokasinya terpencil karena berada di timur Sungai Gebang yang berdekatan dengan wilayah Kabupaten Purworejo.

”Kami khawatir di beberapa TPS saat hujan tidak bisa dilalui kendaraan. Sejak sekarang harus diantisipasi KPU, PPK dan Pemkab karena hari coblosan 9 Desember saat musim hujan sehingga jalan desa becek serta berlumpur. Dengan demikian sulit dilalui kendaraan roda dua dan empat,” jelas dia. (B3-78/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s