Judi Sabung Ayam, Dua Orang Ditahan

pelaku sabung ayam

KEBUMEN – Dua orang ditahan di Mapolsek Kebumen dalam penggerebakan arena judi sabung ayam di Pasar Hewan Tamanwinangun, Kebumen.

Dua orang itu diketahui bernama Mustakim (42) warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Buluspesantren dan Mochamad Chomsin (35) warga Desa Gesikan, Kebumen, menjadi tersangka dalam perjudian tersebut. Hingga Minggu (25/10) dua tersangka masih ditahan di ruang tahanan Mapolsek Kebumen.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti termasuk dua ekor ayam jago milik kedua pelaku. Dua ayam jago yang sudah babak belur itu juga “ditahan” di salah satu sel, terpisah dengan tempat tuannya mendekam.

Ikut diamankan pula sebuah kaleng bekas cat merek Catylac yang dipakai untuk memandikan ayam, tiga spon, sehelai bulu ayam warna hitam dan uang tunai Rp 200.000.

Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kapolsek Kebumen AKP Yohanes Hari Pracoyo mengatakan, penggerebekan arena judi sabung ayam tersebut merupakan tindak lanjut informasi dari masyarakat, Kamis (22/10) pukul 13.00. Polisi menerima laporan bahwa di pasar hewan khusus unggas tersebut sering dijadikan ajang judi sabung ayam.

Menyamar

Setelah itu, petugas melakukan penyelidikan menyamar sebagai penonton. Setelah judi sabung ayam tersebut dimulai tim anggota Polsek Kebumen mendatangi lokasi kejadian. Akhirnya polisi berhasil menangkap dua pelaku sekaligus pemilik ayam aduan.

“Saat ini kedua tersangka masih dalam proses penyidikan. Keduanya terancam pasal 303 KUHPidana tentang perjudian,” ujar AKP Yohanes Hari Pracoyo didampingi Kanit Reskrim Aiptu Fuad Inayah kepada Suara Merdeka, kemarin.

Aiptu Fuad Inayah menambahkan, selama 2015 ini Polsek Kebumen telah menggerebek tiga kali perjudian sabung ayam. Pertama, di lokasi yang sama ditahan dua orang, kemudian arena judi sabung ayam di Desa Tanahsari diamankan enam orang.

“Judi sabung ayam ini meresahkan masyarakat. Karena anak-anak banyak yang ikut menonton,” ujar Fuad Inayah.

Dari pengakuan tersangka, judi sabung ayam sebagian dilakukan secara spontan. Para penonton yang awalnya hanya melihat adu jago kemudian tertarik memasang taruhan dengan sesama penonton. Bahkan para pelaku tidak jarang tidak kenal satu sama lain.(J19-52/ Supriyanto/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s