Penambangan Pasir di Sawah Marak, Tak Berizin

tambang pasir

SRUWENG – Penambangan pasir di sawah luput dari perhatian Satpol PP Pemkab Kebumen. Padahal, aktivitas penambangan di Desa/Kecamatan Sruweng itu tidak kalah parahnya dengan penambangan pasir di sungai.

Seperti di Sungai Luk Ulo. Selain merusak lingkungan setempat, penambangan pasir di sawah juga menyisakan jalan licin, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dari pantauan Suara merdeka Jumat (23/10), aktivitas penambangan pasir itu menjadikan jalan poros desa setempat licin.

Truk yang membawa pasir itu terus bersliweran. Sejumlah orang berjaga-jaga di pintu masuk sawah dan jalan poros desa. Adapun satu ekskavator di area sawah tak henti-hentinya mengeruk pasir di sekitar antrean truk lainnya.

Pengguna jalan yang melewati jalan poros desa itu dilaporkan oleh warga setempat banyak mengalami kecelakaan. Selain itu, debu-debu berterbangan, sehingga warungwarung di pinggir jalan terpaksa ditutup

‘’Kami sudah berulangkali memperingatkan kepada penambang agar tidak mengganggu lingkungan sekitar, namun ternyata tidak pernah digubris,’’ kata Slamet WA (54), warga Sruweng.

Belum Lapor

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Pemkab Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakkan Perda Sugito Edi Prayitno, mengatakan, selama ini pihaknya memang baru fokus pada penertiban penambangan pasir di sungai, sedangkan penambangan pasir di sawah belum dilakukan peninjauan.

’’Kami akan segera lakukan penertiban di tempat tersebut (Desa Sruweng-Red),’’ imbuhnya.

Camat Sruweng Aris Subiyanto mengemukakan, adanya penambangan pasir di Desa Sruweng itu belum berizin. Bahkan, pihak Desa Sruweng belum melaporkan adanya aktivitas tersebut. Pihaknya berharap agar Satpol PPsegera bertindak.

Mengingat, menyusul adanya penambangan pasir di sawah itu sudah lama dikeluhkan warga. Kepala Desa Sruweng Rahmat Hidayat yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihaknya mengaku risih dan resah dengan adanya penambangan tersebut.

’’Sejak dulu, baik saat menambang tanah liat maupun pasir di wilayah kami sama sekali tidak ada komunikasinya dengan pihak desa,’’terangnya. (K5-42/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s