Bambang Widodo Tak Terkendala Nyalon

BW

KEBUMEN – Calon bupati Bambang Widodo (BW) melalui sukarelawannya, Musyrifan menyerahkan surat dari Dirjen Pajak Kementrian Keuangan RI ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen, Selasa (20/10).

Surat bernomor Kep-8862- /PJ.01/UP.84/2015 itu, tentang Pemberhentian dengan Hormat atas Permintaan Sendiri sebagai PNS dengan Hak Pensiun.

“Dengan demikian calon bersangkutan telah memenuhi syarat formil atas pencalonannya sebagai bupati dan tidak ada kendala nyalon,” kata Ketua KPU Kebumen Paulus Widiyantoro saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela menerima surat dari utusan BW, kemarin.

Dikatakannya, batas waktu sebelum 60 hari sejak penetapan pasangan calon untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai PNS telah dipenuhi calon bupati nomor urut tiga tersebut. Di mana batas waktunya pada 23 Oktober, mengingat penetapan pasangan calon oleh KPU pada 24 Agustus bukan 26 Agustus seperti diberitakan Suara Merdeka sebelumnya.

Perlu Dikawal

Lebih lanjut, berdasarkan PKPU Nomor 12 tahun 2015 sebagai perubahan atas PKPU Nomor 9 Tahun 2015 dan putusan Mahkamah Konstitusi terkait kewajiban bagi anggota Dewan dan PNS untuk mengajukan pengunduran diri dalam pencalonan Pilkada, disebutkan bukan lagi pada saat pendaftaran.

Namun setelah penetapan. Adapun surat pengunduran dirinya diserahkan paling lambat 60 hari setelah penetapan pasangan calon oleh KPU. Paulus mengapresiasi calon bersangkutan dan timnya merespons surat dari KPU untuk memenuhi syarat formil tersebut.

“Kami beriktikad baik dengan melayangkan surat dua kali kepada calon bersangkutan,” imbuh Paulus sembari mengatakan surat yang dikeluarkan instansi lain itu memang perlu dikawal.

Musyrifan mengaku bekerja ekstra keras memenuhi kekurangan syarat yang diminta KPU. Pihaknya pun langsung menindaklanjuti dan berhasil memenuhinya kemarin. Disinggung surat pengunduran diri BW sebagai PNS yang keluar menjelang deadline, Musyrifan mengatakan setiap institusi memiliki prosedur berbeda dalam memroses pengunduran diri pegawainya.

“Karena di intitusi tempat BW bekerja prosesnya melalui pengajuan, validitasi terkait pencalonannya sebagai bupati hingga diputuskan pada 20 Oktober ini,” beber Musyrifan.

Jabatan terakhir BW sebagai Kasubid Penyuluhan dan Pengolahan Data Kanwil Kementerian Keuangan Jatim II Surabaya. Dengan keluarnya surat pengunduran diri BW maka pihaknya semakin termotivasi dan merasa lega. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s