Pansela Siap Menangkarkan Buaya Kali Bodo

Buaya Kali Ijo

AYAH – Setelah kemunculan buaya di sekitar muara Kali Bodo, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah membuat heboh warga dalam beberapa bulan terakhir, muncul wacana menangkarkan hewan dilindungi tersebut. Kelompok Pecinta Lingkungan Pantai Selatan (KPL Pansela) siap menangkarkan buaya-buaya itu.

Penggiat KPL Pansela, Sukamsi, mengatakan jika dipercaya pihaknya siap merawat buaya-buaya yang ada di Kali Bodo. Baik untuk ditangkarkan maupun tetap dibiarkan di habitatnya. “Kami ada tempat untuk menangkarkan buaya, yang letaknya juga tidak terlalu jauh dari tempat buaya-buaya saat ini,” kata Sukamsi, Rabu (7/10/2015).

Sukamsi menunggu sikap Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Kebumen, dan Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. “Kami menunggu karena yang memiliki kewenangan itu dari BKSDA. Tapi memang sebaiknya segera ditangkap agar warga tidak resah. Kami siap menangkarkan,” tegas Sukamsi.

Warga berharap instansi terkait menangkap buaya-buaya yang hidup di sekitar muara Kali Bodo. Mereka menghendaki penangkapan buaya setelah muncul konflik antara buaya dengan manusia. Alasan warga, buaya-buaya di Sungai Bodo sudah besar. Bahkan melihat badannya yang besar, bukan tidak mungkin kambing jadi sasaran.

“Kami tidak mau penangkapan dilakukan setelah buaya-buaya itu memangsa hewan ternak. Apalagi sampai ada korban manusia,” kata salah warga sekitar Kali Bodo.

Nelayan yang biasa mencari ikan di Sungai Bodo, juga mulai mengeluh karena perolehan ikan menjadi sedikit sejak beberapa bulan terakhir. Mereka menuduh buaya sebagai penyebabnya.

Di musim kemarau, buaya yang hidup di sekitar muara Kali Bodo semakin sering terlihat. Namun jumlahnya belum diketahui secara pasti. Ada warga yang pernah melihat empat ekor, tetapi pula yang mengaku pernah menyaksikan enam ekor buaya sedang berjemur di pinggiran sungai.

Sementara itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada buaya, Dishutbun Kabupaten Kebumen bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, melakukan sosialisasi satwa liar yang dilindungi kepada warga sekitar Sungai Bodo. Papan peringatan agar warga waspada dan tidak mengusik hewan dilindungi itu, juga dipasang di pinggir sungai. (ori/ kebumenekspres.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s