Pasar Tumenggungan Dilengkapi Unit Pengolahan Sampah

pasar tumenggungan

KEBUMEN – Pasar Tumenggungan Kebumen kini dilengkapi unit pengolahan sampah. Sampai Desember nanti, pengelolaannya ditangani oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kebumen. Selanjutnya mulai Januari 2016 mendatang diserahkan kepada UPT Pasar Tumenggungan yang dikepalai Suhaji.

“Di unit ini (pengolahan sampah—Red), kita memproduksi pengolahan sampah Pasar Tumenggungan untuk dijadikan pupuk organik,” kata Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindagsar Kebumen, Sigit Basuki yang ditemui di sela-sela peninjauan unit pengolahan sampah di Pasar Tumenggungan, kemarin.

Ia didampingi Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kebumen Mas Agus Herunoto, Kepala UPT Pasar Tumenggungan Suhaji, dan Kasi Kebersihan dan Keamanan Pasar pada Disperindagsar Kebumen Bambang Hariyanto.

Menurut Sigit, sampah dari sumber atau pedagang di Pasar Tumenggungan itu sudah dipilah antara sampah basah dan sampah plastik atau kertas. Selanjutnya diolah di unit pengolahan sampah Pasar Tumenggungan menggunakan mesin pencacah.

Adapun sampah yang tidak bisa diolah dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Setiap harinya ada sekitar satu ton sampah. Dan yang bisa diolah hanya 600 kilogram sampah,” imbuhnya.

Unit pengolahan sampah di sebelah barat Pasar Tumenggungan itu sudah dibuatkan gedung yang terdapat dua mesin pencacah. Lokasinya cukup representatif dan terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu pedagang maupun pengunjung pasar terbesar di kabupaten berslogan Beriman ini.

Makin Berkurang

Ke depan, kata Sigit, unit pengolahan sampah Pasar Tumenggungan tidak hanya mengolah sampah dari pasar setempat. Namun juga pasar tradisional lainnya yakni Pasar Jatisari, Pasar Hewan Tamanwinangun, dan Pasar Dorowati.

“Kita juga berencana membangun unit pengolahan sampah di delapan titik dari 35 pasar dikelola pemkab,” jelas Sigit sembari menyebutkan delapan titik itu di Pasar Kutowinangun, Pasar Karanganyar, Pasar Gombong, Pasar Sruni, Pasar Banyumudal, Pasar Demangsari dan Pasar Ambal.

Ditambahkan Bambang Hariyanto, sampah di pasar berbagai macam, baik organik maupun anorganik. Dari 35 pasar dikelola pemkab, setiap harinya terdapat 12 ton sampah. ”Kami mengimbau pedagang untuk memilah sampah dan ikut menjaga kebersihan pasar,” pintanya.

Mas Agus Herunoto menjelaskan, adanya pengolahan tersebut maka sampah yang terbuang akan makin berkurang. Pihaknya pun mengimbau masyarakat melakukan gerakan bersih-bersih sampah di semua sektor.

Baik lingkungan pasar, rumah tangga maupun permukiman penduduk. Menurut Herunoto, gerakan tersebut untuk menyongsong Indonesia Bersih pada 2020. “Diharapkan semua lapisan masyarakat mendukungnya,” pinta Heronoto.

Penanganan sampah selama ini telah dibuatkan bank-bank sampah seperti di Kelurahan Panjer, Desa Kembaran, dan Kelurahan Tamanwinangun. Di sektor pendidikan juga mengajarkan siswanya terkait pemilahan dan pengolahan sampah.

Dan di pasar didorong mengolah sampah. Sedangkan ulama menekankan umatnya untuk menyampaikan kebersihan sebagian dari iman. “Ada atau tidak ada Adipura, kami berharap agar kesadaran warga peduli lingkungan mestinya ditingkatkan,” tuturnya.(K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s