Gali Tanah, Pria Misterius Ini Mengaku Tengah Mencari Pusaka

mbah slamet

KEBUMEN – Pria misterius yang menggali tanah pekarangan warga untuk mencari harta karun di Desa Karangsari Kecamatan Kebumen mengaku tengah mencari pusaka. Menurutnya, apa yang ia lakukan lantaran mendapat bisikan dari mahluk astral (gaib).

Seperti diberitakan, sebulan terakhir, warga Desa Karangsari Kecamatan Kebumen kedatangan seorang pria misterius yang menggali tanah di pekarangan rumah salah satu warga setempat. Setelah sempat “menghilang” pria misterius yang mengaku bernama Muhammad Slamet itu muncul kembali, Kamis (8/10/2015).

Kepada kebumeneskpres,com, Slamet mengaku apa yang ia lakukan selama ini untuk mencari keberadaan pusaka. “Saya mendapat bisikan kalau di Karangsari ini ada lima buah pusaka yang terpendam dalam tanah. Pusaka tersebut terbuat dari emas,” kata pria yang mengaku berasal dari Ciamis, Jawa Barat itu, kemarin.

Dia mengakui, sampai kemarin belum menemukan pusaka dimaksud. Namun, ia bertekad akan meneruskan menggali hingga benda yang dicarinya berrhasil menemukan.

“Iya di tempat ini ada lima pusaka. Tapi untuk bisa mengambilnya saya harus dapatkan pusaka di pusatnya yang berada di Watubarut (Desa Watubarut, Kebumen). Maka besok (hari ini, red) akan diambil yang di pusat dulu. Baru kemudian disini bisa diambil,” katanya.

Terlepas dari kebenarannya, Slamet tergolong tangguh di usianya yang sudah senja. Dia masih mampu menggali cadas hingga kedalaman hampir 2 meter. Lubang tersebut ia gali dengan menggunakan betel. Ia menggali menggali sendiri tanpa bantuan siapapun dan dalam kondisi puasa. “Kalau saya sedang menggali maka saya puasa,” katanya.

Slamet juga mengatakan jika dia bukan cuma di Kebumen saja dalam mencari harta pusaka. Dalam perjalananya dia kerap juga mengambil pusaka. “Besok saya akan mengambil pusaka di Magelang,” paparnya.

Penunggu yang berada di Karangsari berbentuk wayang golek. Menurutnya, dulu golek yang bernama Barut tersebut merupakan manusia, namun karena sesuatu hal maka ia menjadi boneka. “Ya mirip jenglot atau Batara Karang,” paparnya.

Tidak semua yang dilakukan Mbah Slamet dinilai positif. Beberapa warga desa justru menganggap Slamet merupakan orang yang tidak normal dan mengada-ada. “Saya sedikit paham dengan tata cara penarikan pusaka. Tidak mingkin penarikan pusaka diakukan dengan penggalian,” kata salah satu warga yang enggan menyebut nama. (mam/ kebumenekspres.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s