Duarrr.., Bukit Karangsambung kembali Digempur

bukit parang

KARANGSAMBUNG – Peledakan menggunakan dinamit terhadap bukit batu Gunung Parang yang merupakan situs geologi/batuan purba berumur lebih dari 100 juta tahun di Dukuh Watu Tumpang Desa/Kecamatan Karangsambung Kebumen, beberapa waktu lalu telah dihentikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Setelah itu, sebagian lahan di situs itu dibeli oleh Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung (UPT BIKKK) LIPI. Namun peledakan serupa di kawasan situs itu kini muncul lagi, lokasinya beberapa ratus meter di sebelah timur lahan situs Gunung Parang yang dibeli BIKKK LIPI.

“Kemunculan peledakan bukit tersebut sudah kami ketahui sejak sebulan lalu. Selain meresahkan warga sekitar, UPT BIKKK juga khawatir peledakan itu akan merusakkan bagian situs yang sudah kami beli” ujar Humas UPT BIKKK LIPI, Novi Purnami, di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2015).

Bertahun-tahun lamanya situs Gunung Parang dieksploitasi dengan cara diledakkan. Guna mencegah kepunahan situs yang selama ini menjadi lokasi penelitian para ahli geologi dan kuliah lapangan mahasiswa geologi berbagai perguruan tinggi tanah air, BIKKK kemudian membeli sebagian lahan di situs tersebut dari pemilik lahan.

Direncanakan, pembelian secara keseluruhan lahan situs dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dana APBN. “Kami sudah sering mendatangi para pekerja di lokasi itu, namun sampai sekarang peledakan tak kunjung dihentikan. Kami berharap segera ada dana untuk membeli lagi lahan di kawasan itu,” ujar Novi. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen¬©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s