Spanduk Calon Bupati di 10 Desa Hilang

Pilkada

KEBUMEN – Spanduk bergambar pasangan calon bupati dan wakil bupati yang telah dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU) hilang. Lembaga penyelenggara Pemilu itu juga mendapatkan laporan adanya spanduk yang rusak. “Untuk spanduk yang hilang ada di 10 desa, sedangkan yang rusak di satu desa wilayah Kecamatan Petanahan,” kata Ketua KPU Kebumen Paulus Widiyantoro, kemarin.

Untuk diketahui, KPU membuat spanduk bergambar pasangan calon bupati dan wakil bupati. Melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS), spanduk tersebut dipasang di 460 desa. Masing-masing desa terdapat satu spanduk per pasangan calon.

Sehingga, dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati itu terpampang di setiap desa. Baik spanduk bergambar pasangan nomor urut satu Khayub Muhamad Lutfi-Ahmad Bahrun, nomor urut dua Muhammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz maupun nomor urut tiga Bambang Widodo-Sunarto.

Paulus menjelaskan, dari sepuluh desa tersebut ada spanduk yang hanya hilang pada salah satu pasangan calon saja, ada yang dua, bahkan ada yang ketigatiganya. Spanduk yang hanya hilang pada salah satu atau dua pasangan calon ditindaklanjjuti KPU dengan menurunkan sisanya. Paulus beralasan demi keadilan.

Dan spanduk yang hilang tersebut akan diganti spanduk yang baru. Begitu juga spanduk yang rusak. Adapun tindaklanjut secara hukum diserahkan kepada pihak kepolisian. Pihaknya mengaku menerima keluhan dari PPS yang memasang spanduk tersebut. Pasalnya, mereka tidak selalu menemukan lokasi strategis untuk memasangnya.

Sedangkan spanduk bergambar tiga pasangan calon itu dipasang berjajar, sepanjang 15 meter. Karena, masing-masing spanduk itu dengan panjang 5 meter. “Terkadang untuk mencari lokasi pemasangan spanduknya memang yang susah,” imbuh Paulus.

Keberadaan spanduk yang telah dipasang itu pun dipantau secara rutin seminggu sekali oleh PPS. Saat menemukan lokasi di pinggir jalan dan memasangnya, beberapa saat kemudian petugas acapkali memindah ke tembok agar tidak rusak diterpa angin.

Paulus telah menginstruksikan agar pemasangan spanduk itu tidak berada di instansi pemerintah. Selain spanduk, pihaknya juga memasang baliho yang pembuatannya dimaksimalkan, yakni lima buah se-Kebumen. Sedangkan untuk spanduk yang sesuai ketentuan bisa dimaksimalkan dua buah di setiap desa hanya dibuat satu spanduk.

Menurut Paulus, hal itu karena keterbatasan anggaran. Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Fajar Fihelmina mengatakan, jika dilihat dari letak geografisnya, pemasangan spanduk di masing-masing desa yang hanya satu buah itu tidak merata. “Mestinya, untuk desa yang letak geografisnya lebih luas dipasang lebih dari satu spanduk,” pintanya.

Sementara itu, agenda KPU terdekat, yakni rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada Kamis (1/10). Adapun pada Minggu (4/10) dilaksanakan jalan sehat di Alun-alun Kebumen. Selanjutnya debat digelar dua kali pada 15 Oktober dan 24 November. (K5-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s