PMII Gelar Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil

PMII

KEBUMEN – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen menggelar aksi Solidaritas dan dukungannya kepada almarhum Salim Kancil.

Petani di kawasan Watu Pecak Kabupaten Lumajang Jawa Timur tersebut, wafat akibat korban kekerasan mulai hantaman benda tajam, tumpul, disembelih, disetrum hingga dibunuh secara beramai-ramai. Salim dibunuh di jalan sepi dengan dipukuli dan dilempari batu dalam kondisi tangan terikat.

Aksi yang digelar di Tugu Lawet, Senin (5/9) itu berlangsung selama 1 jam. Dalam orasinya mahasiswa meneriakkan penyesalannya terhadap aparat pemerintah dan kepolisiaan yang dinilai kurang memperhatikan kasus pembunuhan Salim Kancil.

“Penganiayaan terhadap Salim Kancil dan Tosan tersebut, memperlihatkan betapa kerasnya tantangan yang harus dihadapai oleh warga yang anti terhadap tambang pasir. Mereka harus berhadapan dengan kegiatan yang seharusnya dilindungi oleh aparat pemerintah dan nyaris tidak disentuh aparat keamanan.” tegas salah satu pendemo Solikhan.

Solikhan menilai, adanya tragedi tersebut semakin menegaskan bahwa warga negara yang memperjuangkan tanah dan haknya di negeri ini belum mendapatkan perlindungan dari negara.

Dengan begitu maka nyawa (Rakyat) sebagai tumbal dan menjadi bukti kerakusan para penambang serta ketidakseriusan Pemerintah serta penegak hukum (polisi) dalam menangani konflik Agraria yang tidak adil dan tidak bijaksana.

Hal senada juga disampaikan Korlap aksi Afifudin Sam’ani, dia menilai pemerintah tidak memiliki ketegasan dan keseriusan dalam menyelesaikan kasus konflik Agraria. Buktinya rentetan panjang tragedi kemanusiaan di Tanah Air masih saja terjadi. Masih banyak sengketa lahan yang menimbulkan korban dari rakyat kecil.

“Polisi yang memiliki semboyan “Menegakkan hukum, Melindungi dan Mengayomi mayarakat” tidak memiliki keseriusan dan kesejatian sebagai Penegak Hukum, Pelindung dan Pengayom Rakyat. Terbukti Polres Lumajang tidak mampu membaca potensi konflik dilokasi tersebut hingga akhirnya menyebabkan Korban nyawa seperti Salim Kancil,” tegasnya.

Afifudin Sam’ani menambahkan Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen, aksi dilaksanakan atas intruksi langsung dari Ketua Umum Koordinator Cabang (Korcab) PMII Jawa Tengah, Ibnu Ngakil.

Dalam aksinya mahasiswa menuntut Kapolres Lumajang untuk segera diturunkan karena tidak amanah dan tidak serius menangani konflik agraria tersebut.

“Kita juga menuntut kepada Pemerintah untuk segera menghentikan penambangan pasir. Dan meminta kepada penegak hukum untuk bekerja secara serius menghentikan tindak kriminalisasi, diskriminasi, kekerasan dan perampasan lahan rakyat dengan setuntas-tuntasnya, serta menegakkan hukum dengan seadil-adilnya, bukan hanya kepada tersangka pengroyokan, namun otak dan aktor intelektual dari pembunuhan,” tegasnya didampingi Akrom yang juga merupakan kader PMII Cabang Kebumen. (mam/bdg/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s