Operasi Penambangan Pasir, Satpol PP Nyebur ke Sungai

satpol pp luk ulo

KARANGGAYAM – Anggota Satpol PP Pemkab Kebumen terpaksa mencebur ke sungai saat melakukan operasi penambangan pasir Luk Ulo di Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, baru-baru ini.

Pasalnya, penambang yang tengah beraktivitas itu mendadak menceburkan mesin sedotnya ke sungai sesaat setelah mengetahui petugas Satpol PP tiba di lokasi. Operasi tersebut dipimpin Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah (Gakda) Satpol PP Pemkab Kebumen, Sugito Edi Prayitno.

Petugas yang mengetahui tindakan penambang itu lantas mengambil alat berat yang digunakan untuk menyedot pasir tersebut di dalam sungai. Selanjutnya mesin sedot itu diangkat dan dibawa ke daratan untuk diamankan.

“Kami berhasil mengamankan empat mesin sedot,” tegas Kasatpol PP RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Gakda Sugito yang dihubungi Suara Merdeka, Selasa (6/10).

Keempat mesin sedot itu, lantas dibawa ke markas Satpol PP di Jalan Indrakila Kebumen. Rencananya, pemilik mesin sedot itu akan memenuhi panggilan Satpol PP, Selasa (6/10). Namun hingga sore kemarin belum kunjung datang.

Disidang

Menurut Sugito, penambang yang menceburkan mesin sedotnya ke sungai itu sempat melarikan diri saat ada petugas. Dan pihaknya meminta pihak bersangkutan agar mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mengingat tindakan yang dilakukan penambang tersebut sudah menyalahi aturan.

Sebelum ini, Satpol PP telah memproses penambang pasir Luk Ulo yang terjaring operasi. Mereka berjumlah enam penambang yang terjaring operasi di sejumlah tempat seperti Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan.

Operasi tersebut melibatkan Satpol PP Provinsi Jateng, Dinas Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Provinsi Jateng serta pihak kepolisian dan Kodim 0709 Kebumen. Atas penertiban tersebut, Satpol PP melakukan pembinaan sebanyak tiga kali dan enam penambang tersebut diproses secara hukum hingga pengadilan.

Dari hasil sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kebumen belum lama ini, para penambang pasir Luk Ulo itu dikenai denda masing-masing Rp 1 juta. Mereka dijerat Perda Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Di mana penambang pasir yang tidak memiliki izin pertambangan rakyat (IPR) dan izin usaha pertambangan (IUP) didenda maksimal Rp 50 juta dan kurungan paling lama 3 bulan. “Kami tidak melarang adanya penambangan asalkan sesuai dengan aturan,” tegas Sugito.(K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s