Krisis Air Meluas, Petugas Droping Kerja Keras

bantuan air bersih2

KEBUMEN – Krisis air bersih semakin meluas di Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut membuat petugas dan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dikerahkan untuk droping air bersih, kerap harus pulang hingga larut malam, bahkan sampai dini hari.

Keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Eko Widianto, krisis air bersih sudah melanda 97 desa dari sebelumnya 70 desa pada awal musim kemarau. Dari 97 desa, BPBD harus melakukan droping air bersih di lebih dari 280 titik.

Rata-rata lokasi droping, berada di puncak pegunungan. Lokasinya sulit dijangkau meski BPBD sudah mengerahkan mobil pikap untuk mengangkut air bersih.

“Dari markas, anggota berangkat droping pukul 08.30. Namun karena harus droping di beberapa titik, larut malam baru kembali. Bahkan ada yang baru pulang pukul 04.30,” ungkap Eko didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhyidin, Selasa (6/10/2015).

Tugas yang tidak ringan dan penuh risiko. Bahkan pernah truk tangki, ‘mlorot’ karena tidak kuat menanjak saat hendak melakukan droping air bersih hingga membawa korban petugas BPBD. Meluasnya krisis air bersih menggugah kepedulian dari berbagai pihak. Hingga kini, bantuan dari pihak ketiga yang diterima BPBD sudah lebih dari Rp 750 juta. (Suk/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Follow: @LintasKebumen
Blog: www.lintaskebumen.wordpress.com
LIKE DAN SHARE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s