Hutan Hangus Terbakar, Warga Kesulitan Cari Pakan Ternak

kebakaran hutan

ALIAN – Kebakaran lahan hutan di beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen pada musim kemarau tahun ini ternyata berimbas pada kebutuhan makanan ternak warga terutama kambing. Warga mengaku semakin sulit mendapatkan makanan ternak mereka lantaran persediaan warga yang berasal dari hutan telah habis terbakar.

Seperti warga Desa Kalirancang Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen yang kesulitan mendapatkan makanan untuk ternak mereka. Di desa Kalirancang sebagian besar warga memelihara kamping jenis etawa dan sapi. Termasuk kambing milik kelompok tani yang merupakan bantuan dari pemerintah beberapa waktu lalu.

“Kemarau saja kami sudah kesulitan mencari makanan ternak ditambah lagi sekarang hutan dibakar. Sebagian besar hutan didekat dusun sudah hangus dan hitam semua,” kata Simuh warga Dusun Jerotengah Desa Kalirancang Kecamatan Alian sembari mengatakan kebakaran hutan kerap terjadi di musim kemarau, Sabtu (26/9).

Bagi warga setempat hutan merupakan tempat mereka mencari hijauan makanan ternak untuk kambing jenis etawa tersebut. Dengan kondisi saat ini warga terpaksa harus mencari rumput di tepian sawah dengan keluar desa menuju Desa Sawangan bahkan hingga Surotrunan.

Terbakar Lagi

Diberitakan sebelumnya hutan di kawasan Bukit Pagergeong di Desa Kalirancang dan Desa Sawangan kembali terbakar, Kamis (24/9) sore. Kebakaran tersebut membakar habis hutan di sisi utara. Meski tak terlalu besar sejumlah warga sempat meninjau ke lokasi kebakaran lantaran takut merembet ke pemukiman warga.

Selain di Bukit Pagergeong, kebakaran hutan juga melanda Bukit Pagerijo di desa yang sama pada Senin, (21/9). Bahkan api kebakaran bertahan selama tiga hari sebelum akhirnya padam dengan sendirinya pada Rabu (23/9). Api pertama kali diketahui berasal dari sisi selatan atau Desa Sawangan dan kemudian merembet hingga ke wilayah utara bukit yang masuk ke Desa Krakal.

Suhu panas di musim kemarau dan angin kencang memang sangat mudah membuat kebakaran meluas. Terlebih kondisi hutan di wilayah tersebut sebagian besar ditanami pohon jati yang meninggalkan daun kering berserakan dilantai hutan sehingga api mudah merembet dengan cepat. (LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s