Pencuri Tulang Sapi Divonis 6 Bulan

pencuri iga

KEBUMEN – Mohammad Subhan (37) divonis enam bulan penjara. Putusan itu disampaikan majelis hakim dalam sidang lanjutan kasus pencurian tulang sapi atau kerbau di Pengadilan Negeri Kebumen, Rabu (23/9).

Dalam pembacaan amar putusan, majelis hakim yang diketuai Utari Wiji Hastaningsih SH, hakim anggota Afid Rufiadi SH dan Firlando SH menyatakan terdakwa Mohammad Subhan Bin Nurrohman (alm) melanggar pasal 362 KUHP jo pasal 53 KUHP jo pasal 367 ayat (2) KUHP, yang telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan pencurian dalam tindak lingkup keluarga.

“Majelis hakim menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dikurangi masa penahanan. Terdakwa juga harus membayar biaya perkara sebesar Rp 2.500. Barang bukti berupa satu unit truk nopol AB 8029 BK melalui terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya Saring. Sedangkan tulang sapi atau kerbau seberat 626 dikembalikan kepada pemiliknya yaitu Siti Maryam,” kata hakim Utari.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara. Pertimbangan majelis hakim yang memperingan terdakwa yakni terdakwa masih mempunyai beban keluarga, baru melakukan percobaan pencurian dan baru sekali tercatat melakukan tindakan kriminal.

Selain itu, masalah tersebut masih dalam lingkup keluarga. Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan meminta keringanan hukuman serta berjanji tidak akan mengulangi kembali. Di depan hakim, ibu terdakwa Siti Maryam juga menyatakan telah memaafkan kesalahan terdakwa, meskipun berharap proses hukum terus berlanjut.

Mendengar vonis hakim, terdakwa menyatakan menerima dan berjanji akan tetap menjaga hubungan baik keluarga setelah setelah menyelesaikan masa hukuman. Sedangkan JPU Trimo SH menyatakan masih pikir-pikir. “Kita masih pikir-pikir dengan putusan majelis hakim yang memvonis Subhan enam bulan penjara,” tuturnya.

Trimo mengatakan, dia akan berkomunikasi dulu dengan tim JPU. Sesuai dengan aturan, JPU diberi kesempatan selama tujuh hari. Jika dalam waktu tersebut JPU tidak mengajukan banding, maka JPU dinyatakan menerima putusan hakim. “Kita masih akan berkomunikasi dulu dengan tim JPU yang lain,” tuturnya.

Sementara korban Siti Maryam mengatakan kepada hakim tentang persengketaan bagian anak bungsunya Aji, yang saat ini masih digunakan menjadi agunan pada salah satu bank. Menanggapi hal itu, majelis hakim mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah diluar ranah pidana.

Majelis hakim menyarankan persoalan itu diselesaikan dengan cara musyawarah keluarga. Bila tidak mencapai mufakat, maka kedua belah pihak dapat menempuh cara-cara yang sesuai dengan koridor hukum keperdataan.

“Itu diluar masalah ini. Artinya masalah ini merupakan masalah pidana. Untuk persoalan itu disarankan diselesaikan dengan musyawarah,” ucap hakim anggota Afid Rufiadi SH. (mam/sus/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s