Kreasi Ramuan Tradisional Ala Ibu PKK di Kebumen

ramuan

GOMBONG – Masyarakat Indonesia masih mempercayai ramuan tradisional seperti jamu untuk menunjang kesehatan atau membantu mengobati berbagai penyakit. Penggunaan bahan-bahan alami membuat banyak orang meyakini khasiat dan percaya bahwa jamu aman dikonsumsi.

Kendati tak diragukan khasiatnya tapi masih saja ada orang-orang yang enggan mengonsumsi jamu. Rasa pahit dan rasa bahan-bahan alami yang kadang terasa asing di lidah membuat orang lebih memilih meminum obat maupun suplemen.

Di Desa Wero, Kebumen, ibu-ibu yang merupakan anggota Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) punya cara kreasi lain untuk membuat jamu lebih menarik untuk dikonsumsi.

Dalam acara Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Untuk Lingkungan Bersama Kampoeng Djamoe Organik dan Roemah Martha Tilaar di Desa Wero dan Wonokriyo, ibu-ibu anggota PKK membuat beberapa ragam minuman dan bahkan puding. Ditemui CNN Indonesia di Balai Desa Wero, Kebumen beberapa waktu lalu, berikut kreasi ibu-ibu anggota PKK dalam mengolah jamu.

1. Puding
Warna-warna mencolok terlihat di meja presentasi ibu-ibu yang berasal dari desa Wonokriyo yang membuat puding. Ada puding berwarna merah muda, hijau, dan kuning yang sangat sedap dipandang mata. Uniknya puding ini dibuat dengan bahan-bahan tradisional yang biasanya digunakan untuk jamu. (Selengkapnya: http://bit.ly/1iPvirj)

2. Jus Herbal
Kelompok Sri Suharti dari Desa Wero mengkreasikan ramuan herbal dengan jus buah dan sayur. Mereka menyebutnya jus herbal. Ada dua jenis jus yang mereka buat, yaitu jus apel dan jus wortel. Untuk jus apel, mereka mencampurnya dengan air jahe, ada juga nanas, belimbing, dan bahan lainnya. Rasanya manis dan segar. (Selengkapnya: http://bit.ly/1izQd0W)

3. Lemon Grass Tea Mint
Sebenarnya minuman ini merupakan lemon grass (serai). Heri Suleni mengatakan tambahan nama tea mint hanya karena warna minuman ini yang seperti teh dan rasa mint yang memang diperoleh dari daun mint. (Selengkapnya: http://bit.ly/1izQf90)

4. Temulawak dan Jahe Instan
Jika Anda terbiasa mengonsumsi temulawak dan jahe instan kemasan, ada baiknya Anda membuat temulawak dan jahe instan sendiri yang jelas terhindar dari bahan kimiawi. (Selengkapnya: http://bit.ly/1FxD4zU). ( Tri Wahyuni/ CNN Indonesia /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s