Kekeringan Landa Hampir Seluruh Jateng, Kebumen Terparah Kedua

20110907041053musimkemarau070911-2

SEMARANG – Bencana kekeringan dilaporkan hampir melanda seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng). Hanya empat daerah saja yang tidak mengalami bencanan kekeringan, yakni Kota Surakarta, Tegal, Sragen, dan Kabupaten Karanganyar. “Saya belum tahu pasti, yang jelas empat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota di sana belum memberi laporan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Permana, di Kota Semarang, Kamis (24/9).

Menurut Sarwa, berdasarkan data hingga 15 September, di Jateng sebanyak 777 desa dan 182 kecamatan tercatat mengalami kekeringan. Sebanyak 6.406 truk tangki air sudah menyalurkan bantuan.

Daerah yang mengalami kekeringan terparah adalah Jateng bagian timur. Kabupaten Blora, tambah Sarwa, menjadi daerah dengan desa terdampak kekeringan terbanyak, yaitu 188 desa, disusul Kabupaten Kebumen dengan 92 desa, dan Grobogan 71 desa. Sendangkan dropping air bersih terbanyak di Kebumen yang mencapai 1.213 truk tangki.

Pemprov  Jateng, tambah dia, telah membantu menyalurkan air bersih ke 281 desa dan 62 kecamatan serta 1.443 truk tangki air. Selain itu, juga telah menyalurkan dana bencana sekitar 9 miliar rupiah ke 33 BPBD Kabupaten/kota  di Jateng.

“Mengatasi kekeringan pada musim kemarau ini, sejumlah daerah di Jateng telah disasar hujan buatan. Penembakan garam di udara Jateng untuk pembuatan hujan buatan sudah dilakukan sejak akhir Agustus lalu,” kata Sarwa.

Pemanfaatan teknologi dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Pesawat yang dioperasikan untuk pembuatan hujan buatan diterbangkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Sarwa menjelaskan sudah menerima laporan terkait rekayasa hujan buatan yang ditembakkan di wilayah Jateng. Dari laporan yang dierima, rekayasa hujan buatan ke wilayah Jateng sudah dilakukan sejak 27 Agustus lalu. Total wilayah yang disasar pembuatan hujan buatan hingga Rabu (16/9), yakni 12 kabupaten/kota. Wilayah tersebut adalah Tegal, Brebes, Purbalingga, Demak, Wonosobo, Pemalang, Pekalongan, Batang, Salatiga, Klaten, Banjarnegara, dan Semarang,” katanya.

Potensi Mendung

Menurutnya, rekayasa hujan buatan di suatu wilayah mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya terkait potensi mendung yang ada di wilayah sasaran.

Terkait Pemprov Jateng yang berencana akan membangun seribu embung untuk menghadapi dan mengantisipasi kekeringan panjang dinilai kalangan DPRD Jateng, sulit terealisasi. Kesulitan dalam perwujudannya terutama pada pengadaan lahan.

Dari sisi kesiapan lahan, embung itu rata-rata dibangun di atas tanah kas desa, namun berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan bahwa tidak boleh ada penghilangan aset berupa tanah kas desa. Jika pengadaan lahan untuk pembangunan embung tetap dilakukan dengan penghapusan tanah kas desa maka harus dilakukan sistem tukar guling. (SM/N-3/ Koran Jakarta)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s