Warga Resah, Penambangan Pasir Ancam Permukiman

penambang

BULUSPESANTREN – Aktivitas penambangan pasir di Sungai Luk Ulo tepatnya di Desa Maduretno, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen dikeluhkan warga sekitar. Warga resah karena para penambang pasir semakin nekat mengeruk pasir hingga mendekati permukiman warga.

Puluhan penambang pasir di Sungai Luk Ulo terus mengeruk pasir dari pagi hingga malam hari. Celakanya, penambang yang awalnya hanya menambang di wilayah hilir persisnya di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, dan Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong terus bergerak ke wilayah hulu yakni di Desa Maduretno dan Kedungwinangun Klirong yang berjarak sekitar 3 kilometer.

“Padahal di daerah kami banyak rumah yang berada di pinggiran Luk Ulo. Kami khawatir akan terjadi longsor susulan,” Kasijo (50) warga RT 01 RW 03 Desa Maduretno, kemarin.

Menurut Kasijo, ada puluhan rumah di wilayahnya yang berada di pinggiran Sungai Luk Ulo. Seperti di RT 01 dan RT 02 Desa Maduretno. Tahun 2011 sudah terjadi longsor dan dua rumah di wilayah itu direlokasi. Pemerintah sudah membangun bronjong untuk mencegah longsor. “Namun bronjong itu juga sudah mulai rusak,” katanya.

Makin Nekat

Kasijo menambahkan, warga hanya bisa mengelus dada. Sudah beberapa kali mereka memperingatkan para penambang pasir nekat itu. Bukannya kapok, para penambang pasir makin nekat.

“Selain mengancam perumahan warga, penambangan pasir telah membuat pondasi jembatan gantung di wilayah kami sudah longsor,” katanya sembari meminta aparat terkait segera mengambil tindakan.

Kustanto (28), warga lainnya menambahkan, para penambang pasir saat ini tak hanya dari Kebumen. Sudah dalam beberapa bulan terakhir, penambang pasir asal Cilacap ikut menambang di kawasan itu. Selain jumlahnya yang banyak, para penambang pasir asal Cilacap itu lebih pintar mencari pasir daripada penambang lokal.

“Para penambang pasir asal Cilacap itu membawa alat seperti cadhuk. Mereka menambang pasir dari atas perahu. Jadi tak perlu menyelam ke dasar sungai seperti penambang lokal. Hasilnya pun lebih banyak,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen, Rai Ageng Handoko melalui Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Satpol PP Kebumen, Sugito Edy Prayitno mengaku telah mendapat laporan soal banyaknya penambang pasir dari Kabupaten Cilacap yang menambang pasir di Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren dan Desa Pandanlor, Kecamatan Klirong.

Dari informasi yang dia terima, para penambang asal Cilacap itu masih menggunakan cara tradisional. Namun demikian, Sugito mengatakan bila ada indikasi pelanggaran, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan. “Akan kami cek ke lapangan,” katanya. (J19-78/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s