Soal Pasar Petanahan, Ganjar: Monggo Pemkab dan DPRD Dicek

pasar petanahan

KEBUMEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membalas pengaduan warga terkait kondisi bangunan pasar Petanahan, Kebumen yang sudah terdapat kerusakan di sejumlah tempat. Padahal, pasar yang dibangun dengan dana sebesar Rp 15 miliar itu baru diresmikan pada 13 Maret 2014 silam.

”Monggo Pemkab dan DPRD dicek (kerusakan Pasar Petanahan— Red),” kata Ganjar lewat akun twitternya @ganjarpranowo.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen Joko Budi Sulistyanto yang ditemui Suara Merdeka kemarin mengaku telah menindaklanjuti pengaduan dari warga yang ramai diperbincangkan di media sosial itu.

”Kami selalu merespons apa yang menjadi keluhan warga di kabupaten berslogan Beriman ini. Tak hanya yang diadukan secara langsung kepada kami, tetapi juga yang diketahui dari media,” imbuh Joko.

Tindak lanjut dilakukan wakil rakyat tersebut dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Petanahan. Joko yang didampingi Wakil Ketua Komisi D DPRD Wijil Triatmojo dan anggota Adib Mutaqim itu mengaku melihat langsung adanya sejumlah kerusakan fisik pada bangunan pasar tersebut.

”Ada yang temboknya retak, mengelupas, dan sudah melepuh. Bahkan terdapat atap bocor yang ternyata sudah ada sejak dibangun,” ungkap Joko.

Kurang Pengawasan

Dengan melihat langsung kerusakan yang ada, Joko menilai pelaksanaan pembangunan pasar tersebut terkesan hanya asalasalan. Maka pasar yang diresmikan bareng pasar Kutowinangun itu kondisinya sudah rusak lebih awal dibandingkan pasar tradisional lainnya.

Bahkan Anggota Komisi D Adib Mutaqim yang berasal dari Kutowinangun sempat membandingkan dengan Pasar Kutowinangun yang kondisinya masih bagus.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen Azam Fatoni menegaskan telah mengecek langsung kondisi pasar Petanahan, Jumat (18/9). Namun bukan berarti sebelumnya tanpa pengawasan dan pengecekan oleh petugas.

”Memang kami akui ada kerusakan tapi hanya kulitnya saja karena faktor pengaruh udara,” jelas Azam sembari mengatakan, untuk atap yang bocor kini sudah diperbaiki dan pihaknya memastikan pada Minggu (20/9) besok semuanya sudah selesai.

Pasar Petanahan memiliki luas bangunan 6.564 meter persegi dengan kapasitas 97 pedagang kios dan 700 pedagang los. Pasar tersebut dilengkapi dengan CCTV dan fasilitas lainnya, seperti musala dan tempat parkir.(K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s