Panen Tembakau Bagus, Petani Tersenyum

TEMBAKAU CINCANG. Amaq Amat (53) memetik daun tembakau bideng di sebuah lahan Lingkungan Dasan Cermen Selatan, Mataram, NTB, Kamis (16/7).KARANGGAYAM – Seolah kontras dengan tanah di sekitarnya yang meranggas dan kering di puncak kemarau, sepetak lahan tembakau di lereng sawah tadah hujan dekat Sungai Luk Ulo Desa Karangreja, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, kini tumbuh menghijau.

Seorang petani tembakau, Harjo Tukiman (65), meski di tengah terik matahari, tetap tekun merawat dan menyirami tanaman tembakau dan tanaman cabai di lahan seluas sekitar 60 ubin (kirakira 980 meter persegi).

Petani ini beruntung karena di atas perbukitan sawahnya masih ada aliran air di kalen atau parit. Dia pun setiap dua hari sekali menyirami tanamannya dengan air dari kalen, setelah sebelumnya disedot menggunakan selang.

Di lahan sawahnya dia membuat dua kotak lubang tandon air. Menurut lelaki yang bertahun-tahun menanam tembakau, tahun ini tanaman tembakau para petani di tepian Sungai Luk Ulo Kecamatan Karanggayam, Pejagoan dan Karangsambung relatif bagus.

Maklumlah, cuaca kering dan musim kemarau panjang memungkinkan tanaman tembakau tumbuh maksimal. Dampaknya, ketika tanaman berumur sekitar 75 hari pun daun tembakau menghijau kekuningkuningan tanda siap dipetik. “Daunnya lumayan bagus, mudah-mudahan panen besok harga tetap stabil tinggi,”ucap Harjo.

Lebih Baik

Seorang petani juga pedagang tembakau di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Mad Murdi (56) pun mengakui hasil panen tembakau musim ini cukup bagus.

Dia selain menanam sendiri juga membeli tembakau para petani tetangganya di tepian Sungai Luk Ulo. Umumnya kualitas panen tembakau tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu karena saat itu masih musim hujan. Desa Peniron termasuk salah satu sentra tembakau terbaik di Kebumen.

Selain di desa itu, areal tembakau di Kebumen ada di wilayah Kecamatan Karanggayam, Desa Kalijaya Alian serta di Kecamatan Karangsambung dan sekitarnya. Saat panen para petani menjual ke pedagang lokal. Namun ada pula yang menjual ke pedagang luar daerah seperti di Magelang, Temanggung dan Wonosobo.

Menurut Mad Murdi, hasil panenan petani biasanya dijual secara tebasan atau borongan. Satu petak tanaman tembakau yang bagus bisa laku Rp 2 juta sampai Rp 10 juta. Tentu tergantung luasan area dan kualitas tembakau. (KomperWardopo-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s