Kekeringan, Ispa dan Diare Mengancam

dinkesKEBUMEN – Musim kemarau yang berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah di Kebumen mengakibatkan meningkatnya berbagai penyakit. Dua penyakit yang paling mengancam pada musim kemarau ini, yakni Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Rini Suprapto mengatakan, pada musim kemarau sumber air bersih tercemar. Selain itu kurangnya persediaan air bersih yang berdampak pada perubahan pola hidup yang tidak sehat.

“Perubahan cuaca yang tidak menentu juga menurunkan daya tahan tubuh, sehingga virus mudah menyerang,” ujar dokter Rini Suprapto di sela-sela pengiriman bantuan air bersih dari jajaran Dinas Kesehatan Kebumen, Selasa (15/9).

Bantuan sebanyak 100 tangki air bersih itu dilepas Penjabat (Pj) Bupati Kebumen M Arief Irwanto di halaman Dinas Kesehatan di Jalan HM Sarbini. Bantuan itu selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang dilanda krisis air bersih di 24 desa di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Adimulyo, Puring, Alian, Poncowarno, Padureso, Karanggayam, Karanganyar, dan Sruweng.

BLUD Puskesmas

Lebih lanjut dokter Rini menyampaikan, sebagai dampak kekurangan air, masyarakat kurang peduli dengan mencuci tangan, termasuk setelah membuang kotoran. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, sehingga tidak mudah terkena penyakit.

“Pada musim kemarau ini, rumah sakit siap untuk menangani kegawatdaruratan,” ujar dokter Rini menyebutkan pihaknya saat ini fokus menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas layanan puskesmas melalui akreditasi dan BLUD Puskesmas.

Penjabat (Pj) Bupati Kebumen M Arief Irwanto menyampaikan, selain melakukan penanganan jangka pendek berupa pengiriman bantuan air bersih, Pemkab Kebumen telah menempuh langkah jangka panjang. Salah satunya, dengan memetakan potensi sumber air yang ada, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Jangka Panjang

“Dengan adanya penanganan jangka panjang, dampak kekeringan yang terjadi di masyarakat terus berkurang,” ujar Arief Irwanto.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Muhyidin mengatakan, bencana kekeringan di Kebumen terus meluas. Saat ini jumlah daerah yang dibantu air bersih menjadi 94 desa yang tersebar di 17 Kecamatan. Bahkan ada 43 desa yang dikirim bantuan dua kali seminggu.

“Kami sudah mengirimkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan lebih dari 2.000 tangki. Jumlah tersebut akan terus meningkat, karena diprediksi musim kemarau masih cukup lama,” ujar Muhyidin didampingi Kasie Kedaruratan Arif Rahmadi. (J19-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s