Juru Parkir Liar Dirazia Satpol PP

juru parkir

KEBUMEN – Gencarnya razia juru parkir liar di kabupaten berslogan Beriman ini berdampak positif. Mereka yang tidak memiliki surat tugas kini berkurang.

Bahkan dalam razia dipimpin Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah, Sugito Edi Prayitno kemarin banyak yang menunjukkan surat tugas. Dari 17 juru parkir yang dirazia, hanya tujuh yang belum memiliki surat tugas serta belum memperpanjang di instansi terkait.

Razia menggunakan mobil patroli itu pun langsung dilakukan pembinaan di tempat serta di Kantor Satpol PP Jalan Indrakila Kebumen. Dengan menyisiri Jalan Kusuma, Jalan Sarbini, Jalan Pahlawan, Jalan Pemuda, dan Jalan Pramuka, petugas mendatangi juru parkir satu per satu dan memeriksa surat tugasnya.

“Operasi ini (juru parkir liar—Red) akan terus dilanjutkan,” tegas Kepala Satpol PP RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Sugito Edi Prayitno.

Dari tujuh juru parkir liar itu tidak bisa menunjukkan kartu identitas atau surat tugas sesuai dengan ketentuan yang ada. Selanjutnya mereka dibina petugas dan diminta menandatangani berita acara.

Cegah Kebocoran

Menurut Sugito, keberadaan juru parkir liar itu tidak sesuai dengan Perda Nomor 13 dan Nomor 14 tahun 2012 tentang Retribusi dan Pajak Parkir.

Mereka pun tidak menyetorkan ke kas daerah. Padahal seharusnya, lanjut Sugito, retribusi dan pajak parkir yang masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) itu bisa lebih besar. Namun malah terjadi kebocoran karena juru parkir liar itu tidak menyetorkan ke kas daerah.

Lebih lanjut keberadaan juru parkir liar itu juga dikeluhkan masyarakat terkait tarif parkir yang tidak sesuai Perda. Menurut ketentuan, untuk tarif parkir sepeda motor Rp 500, kendaraan roda empat Rp 1.000, dan kendaraan roda enam atau lebih Rp 2.000.

Namun kenyataan di lapangan, juru parkir menarik lebih dari besaran ditentukan. Acapkali pula, masyarakat yang hanya foto kopi KTP Rp 100 masih ditarik parkir sepeda motor Rp 1.000. Seperti dialami Rusmiati (35), warga Pejagoan Kebumen.

“Razia ini selain mencegah kebocoran pada sektor parkir juga dalam rangka menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait tarif parkir yang melebihi ketentuan,” jelas Sugito. (K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s