Hutan Bakau Kebumen, Si Penahan Tsunami

manrove kebumen

AYAH – Tahun 2006 lalu, tepatnya tanggal 17 Juli, Kebumen menjadi salah satu daerah terdampak tsunami Pangandaran yang sempat menerjang selatan Jawa. Bagian pesisir selatan dari Kabupaten ini sempat porak poranda diterjang tsunami yang juga memakan korban jiwa itu.

Salah satu daerah yang merasakan amukan gelombang tsunami adalah Pantai Ayah. Di tempat ini ketinggian gelombang mencapai sekitar lima meter. Warga sekitar pun sempat berlarian ke gunung untuk menyalamatkan diri dari terjangan gelombang tsunami.

Sebenarnya amukan gelombang di Pantai Ayah kala itu bisa lebih ganas lagi kalau saja tidak ada benteng alam berupa hutan mangrove (bakau) di kawasan tersebut. Tapi nyatanya, pohon-pohon bakau yang tersisa di sana sangat sedikit untuk menghambat laju gelombang tsunami kala itu.

Dibilang tersisa, karena pada saat itu bakau yang ada tidak sebanyak dulu. Banyak bakau yang ditebang sembarangan oleh warga dan digunakan untuk rangka atap dan keperluan bangunan lainnya. Maklum kekuatan kayu bakau memang tahan lama dan tidak mudah rapuh apalagi termakan rayap.

Sekilas cerita mengenai tsunami dan bakau di Pantai Ayah ini dibeberkan oleh Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan Pantai Selatan (KPL Pansela) Kebumen, Sukamsi saat rombongan media menyambangi hutan mangrove di kawasan Gombong itu. Sebagai orang asli Kebumen, Sukamsi masih ingat betul bagaimana bencana itu menimpa tempat tinggalnya.

“Dulu di sini pas tsunami, ketinggian air sampai setinggi orang dewasa. Hilang semua tanaman di sini,” kata Sukamsi saat memandu rombongan di muara sungai yang terhubung langsung ke Samudera Hindia di Pantai Ayah, beberapa waktu lalu.

Selang beberapa tahun berlalu, Kebumen kembali dibayangi kenyataan pahit. Pada 25 Januari 2014 Kebumen kembali diguncang gempa, tapi tidak berpotensi tsunami.

Terus diintai bencana membuat warga dan pemerintah harus selalu siaga. Pasalnya, sebanyak 48 desa yang dihuni sekitar 40 ribu penduduk di Kebumen dinyatakan rawan bencana tsunami. Dalam waktu dekat bencana itu pun bisa sewaktu-waktu datang lagi karena lempeng bumi di Samudera Hindia terus bergerak.

Untuk itulah, KPL Pansela menggandeng pemerintah beserta pihak-pihak lainnya untuk bersama-sama membangun kembali benteng alami di Pantai Ayah untuk menghindari dampak yang lebih besar jika tsunami kembali menerjang dengan menanami kembali hutan mangrove yang sebenarnya sudah ada sebelumnya.

“Kami tidak berharap ada bencana, tapi ada keiistimewaan mangrove untuk melindungi Kebumen. Jadi kami harus melakukan langkah ini,” ujar Sukamsi.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPL Pansela adalah dengan menanam 10 ribu bibit bakau di Pantai Ayah atas kerja sama dengan Martha Tilaar Group yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dengan ditanamnya ribuan bibit ini, Sukamsi berharap hutan mangrove kembali terbentuk dan bisa melindungi warga dari ancaman bencana.

Bibit-bibit tersebut di tanam di area-area yang masih kosong. Dari 150 hektar lahan yang ada, memang baru 50 hektar yang bisa ditanami sejak tahun 2003 lalu. Jadi masih banyak area yang harus ditanami bibit.

Tapi, di luar area itu, ada beberapa titik di mana pohon bakau sudah berdiri kokoh berkelompok membuat sebuah hutan. CNN Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melihat hutan mangrove dan pohon-pohon bakau yang sedang dibangun KPL Pansela dengan berbagai pihak lainnya.

Bakau-bakau yang berhasil tumbuh terlihat begitu kokoh dengan akarnya yang menancap ke dasar sungai. Daun hijaunya yang rimbun menambah kesan sejuk dan alami di tengah cuaca terik yang menerpa kami.

Di antara deretan bakau-bakau itu, ada segerombol pohon bakau yabg terlihat lebih besar dan kokoh dibandingkan yang lainnya. Kata Sukamsi, bakau-bakau itu memang lebih dulu ada jadi ukurannya lebih besar. “Itu ditanamnya setelah tsunami, jadi sudah besar sekarang,” kata Sukamsi. (Tri Wahyuni/ CNN Indonesia /LintasKebumenĀ©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s