Ramah Lingkungan, Usaha Pengolahan Ikan Dipertahankan

usaha keripik ikan

KLIRONG – Usaha pengolahan ikan menjadi keripik dan nuget ikan ternyata bersifat ramah lingkungan. Karena itu, nelayan berusaha mempertahankan usahanya meski perajin kesulitan mendapatkan bahan baku usahanya.

“Usaha yang ramah lingkungan ini benar-benar cocok bagi kami, sehingga kami pun berusaha sekuat tenaga mempertahankan usaha ini di tengah-tengah masa paceklik ikan nelayan Kebumen. Kami bertahan dengan cara mendatangkan ikan segar sebagai bahan bakunya dari luar Kebumen yang harganya mahal. Namun tak masalah asalkan produksinya terjual laris ,” ujar Zakiyah, Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan (Poklahsar) ‘Mina Sejahtera’ Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, di rumahnya, Minggu (23/08/2015).

Menurut Zakiyah sifat ramah lingkungan dari usaha yang ditekuni isteri para nelayan Tanggulangin tersebut adalah proses pengolahannya yang berhasil memanfaatkan pula duri dan tulang ikan menjadi keripik ikan yang layak dikonsumsi.

“Dengan termanfaatkannya duri dan tulang menjadi keripik yang renyah dan layak konsumsi, usaha ini menjadi ramah lingkungan karena kami hanya membuang sisik dan jeroan ikan yang sebelum dibuang dibungkus terlebih dahulu dengan kantung plastik sehingga menjaga kebersihan lingkungan pemukiman kami,” jelas Zakiyah. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen¬©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s