Perluasan Obwis Menganti-Curug Sawangan Disoal

kayu menganti

AYAH – Perluasan area wisata Pantai Menganti yang berada di Desa Karangduwur Kecamatan Ayah, berbuntut panjang. Pasalnya, pelebaran jalur menuju Curug Sawangan dan Goa Siwowo harus dilakukan dengan menebang beberapa pohon milik perhutani. Akibatnya, pihak Perhutani memperkarakan kasus tersebut hingga ke ranah hukum.

Informasi yang berhasil dihimpun, izin membuka objek wisata (obwis) yang diberikan Dinas Perhutani sebenarnya hanya yang saat ini dijadikan wisata, yaitu sekitar TPI. Namun karena obwis tersebut mempunyai prospek yang menguntungkan, maka pihak desa ingin mengembangkan wisata dengan membuka potensi alam lainnya.

Sutarjo (66) salah satu warga RT 2 RW 2 desa setempat yang merupakan mantan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mengatakan, pada awalnya pembukaan obwis Pantai Menganti, pihak LMDH yang meminta izin kepada Dinas Perhutani. Pasalnya yang berhak meminta izin hanya LMDH yang merupakan mitra dari Perhutani.

Setelah mandapatkan izin, pihak desa bersama LMDH membuka obwis dengan pembagian 30 persen untuk perhutani dan 70 persen untuk desa. “Konsepnya sudah baik demi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, maka pihak perhutani mau memberi izin. Izinnya diperuntukkan kepada LMDH pada 2011 lalu,” tuturnya.

Dijelaskan, setelah proses tersebut berjalan, maka hasil yang diperoleh dari obwis cukup banyak. Dengan harga tiket Rp 10 ribu, selama 10 hari liburan lebaran kemarin pendapatan obwis Menganti mencapai lebih dari Rp 700 juta.

Untuk itu, pihak desa ingin mengembangkan obwis lainnya yaitu Curug Sawangan dan Goa Siwowo. Namun karena hal itu akan berdampak pada kerusakan hutan lindung milik perhutani, Sutarjo dengan tegas menolak. “Saya menolak, pasalnya hutan ini merupakan hutan lindung. Selain itu, lahan ini juga milik perhutani dan jelas akan menjadi masalah dikemudian hari,” katanya.

Terpisah, Kapolres Kebumen AKBP Faizal SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto membenarkan adanya laporan oleh Dinas Perhutani Purworejo ke Polsek Ayah. Dari Polses, kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Kebumen.

Polres segera melakukan tindakan pemeriksaan di lokasi kejadian dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Meski belum bisa menentukan tersangka, namum pihaknya telah mengantongi beberapa nama terkait dengan kasus tersebut.

“Ini masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan, kita belum bisa menentukan tersangkanya. Pelaku kemungkinan akan dijerat dengan kasus pencurian atau dengan UU Kehutanan,” ujarnya. (mam/sus/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s