Insiden Urut Sewu Dilaporkan ke Komnas HAM

bentrok petani

KEBUMEN – Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Hukum dan Demokrasi (LBH Pakhis) Kebumen menindaklanjuti terjadinya insiden yang berakibat jatuhnya korban luka pada unjuk rasa penolakan pemagaran di kawasan Urut Sewu persisnya di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kebumen, Sabtu (22/8).

LBH Pakhir akan melaporkan insiden tersebut kepada Komnas HAM di Jakarta. Menurut aktivis LBH Pukhis Kebumen Kasran, ada dua hal yang penting dalam insiden tersebut. Selain soal pemukulan yang dilakukan oleh personil TNI AD juga ada persoalan status tanah yang hingga kini masih menjadi sengketa.

“Seharusnya pihak TNI menyelesaikan dulu persolan kepemilikan tahah sebelum melakukan pemagaran,” tegas Kasran.

Menurut Kasran, jika masalah itu tidak bisa diselesaikan di tingkat kabupaten, Gubernur Jateng dan Pangdam IV Diponegoro mengambil alih. Bila juga tak selesai, seharusnya Panglima TNI dan Presiden RI Joko Widodo turun tangan agar status tanah tersebut jelas.

“Masyarakat jangan dibentur-benturkan, kasihan mereka. Statusnya diperjelas dulu. Saya yakin jika memang statusnya sudah jelas maka warga pun akan menerimanya,” imbuh Kasran. (Supriyanto/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s