200 Tukang Bangunan Ikuti Uji Kompetensi

tukang

KEBUMEN – Sebanyak 200 tukang bangunan mengikuti uji kompetensi di Showroom Sangkar Emas Dusun Sabrangbalong RT 1 RW 1, Desa Gesikan, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.

Mereka pun mendapatkan pembekalan dari Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah II Surabaya pada Kementerian Pekerjaan Umum selama tiga hari sejak Minggu-Selasa (23-25/8). Para peserta antusias mengikuti kegiatan didukung oleh Pemkab Kebumen, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kebumen.

Selain teori selama delapan jam pelajaran, peserta juga mengikuti ujian secara tertulis, wawancara, serta praktik dengan meneruskan pembangunan PAUD di Desa Gesikan. Hadir dalam acara itu, anggota DPRD Kabupaten Kebumen Sakur Jaelani, Ketua SPSI Kebumen Muhamad Muhni, dan Kepala Desa Gesikan Sukantoro.

Ketua Panitia Rico Prasetyo Cahyoindro juga perwakilan dari Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah II Surabaya mengemukakan, pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi itu dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ”Ini agar tukang bangunan dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara asing,” katanya.

Peserta diberi pembekalan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia mulai tingkat direktur, pelaksana, mandor hingga tukang bangunan. Bagi yang lolos uji kompetensi mendapatkan sertifikat. Pembekalan dan uji kompetensi bagi tukang bangunan di Kebumen merupakan kali pertama dalam tahun ini.

Diharapkan ke depan berlanjut sampai tingkat mandor dan direktur. Kali ini, yang mengikuti pembekalan itu minimal berpendidikan SD atau bisa baca tulis, serta memiliki pengalaman kerja sebagai tukang. Selain dapat bersaing dengan tukang asing, peserta yang mendapatkan sertifikat itu juga lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Bersertifikat

Pasalnya, kontraktor akan memilih pekerja yang bersertifikat. ”Dan ke depan, diharapkan ada standardisasi upah bagi tukang yang bersertifikasi,” imbuh Rico sembari mengatakan, saat ini masih sebatas wacana. Ketua SPSI Kebumen Muhamad Muhni mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pada 2014 pihaknya telah mengirim lima tukang untuk mengikuti lomba di Jakarta dan ditindaklanjuti dengan kegiatan di tempat yang biasa digunakan untuk pelatihan pembuatan kerajinan sangkar burung tersebut.

”Dalam segi praktik, kemampuan para tukang sudah tidak diragukan lagi namun secara administrasi masih banyak kekurangan sehingga penting mengikuti kegiatan ini,” jelas Muhni.

Peserta yang mengikuti pembekalan dan uji kompetensi itu dari Kecamatan Kebumen, Buluspesantren, Petanahan, Puring, Klirong, Kutowinangun, dan Prembun.

Dari 200 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan hasil penyaringan 370 pendaftar. Anggota DPRD Kebumen Sakur Jaelani mengatakan, dengan mengikuti pembekalan tersebut maka para tukang bangunan menjadi profesional. Ibarat membuat fondasi bangunan, para tukang batu maupun tukang kayu yang mengetahui aturan.( K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s