KNPI Prihatin Wawasan Kebangsaan Minim

KNPI

KEBUMEN – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kebumen memperihatinkan minimnya pengetahuan tentang wawasan kebangsaan di kalangan para pemuda. Terlebih dalam setiap perekrutan tenaga kerja yang diikuti ribuan orang, ternyata tak ada 10 persen yang lolos tes wawasan kebangsaan. Padahal mereka sebagian besar baru lulus SMA/SMK.

“Jika yang baru lulus sekolah saja wawasan kebangsaanya minim, jangan-jangan mereka yang lama lulus malah tidak tahu wawasan kebangsaan bangsanya sendiri,” ungkap Sekretaris DPD KNPI Kebumen, Miskun, di sela-sela diskusi wawasan kebangsaan digelar KNPI Kebumen di SD Muhammadiyah Kebumen, baru-baru ini.

Diskusi diikuti perwakilan sejumlah organisasi kepemudaan itu dipimpin oleh Ketua KNPI Kebumen Beniyanto. Menurut Miskun, sekolah merupakan tempat cukup strategis untuk membentuk mental generasi bangsa.

Untuk itu, ia berharap lembaga pendidikan, khususnya sekolah jangan hanya menuntut siswanya sukses di bidang akademik saja, melainkan juga menuntut kesuksesan pendidikan mental atau karakter. “Peran orang tua dan masyarakat juga tetap dibutuhkan,” imbuhnya.

Kian Menurun

Koordinator Konsultan Perekrutan Tenaga Kerja (K2PTK) Kebumen, Erwin Hadi membenarkan terkait kondisi minimnya pengetahuan kebangsaan di kalangan generasi muda tersebut. Bahkan berdasarkan hasil tes wawancara pada sejumlah Bursa Kerja Kursus (BKK) di Kebumen selama tahun 2015 ini, pengetahuan kebangsaan di kalangan generasi muda kian menurun.

“Coba saja banyangkan, ketika ditanya tentang dasar negara ataupun empat pilar bangsa Indonesia, sebagian besar lulusan SMK/SMA tidak bisa menjawabnya. Alasanya karena lupa. Ini kan hal yang memalukan sebagai generasi muda bangsa saat ini,” ungkap Erwin sambil mengusap dada.

Jika generasi muda saat ini saja tidak mengetahui dasar-dasar bangsa Indonesia, Erwin pun mempertanyakan bagaimana mereka akan mencintai dan membela bangsa ini.

Mestinya, dengan bergabungnya Indonesia pada pasar ASEAN mulai tahun ini, harus diikuti oleh dunia pendidikan untuk lebih keras lagi dalam memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Kalau persoalan tersebut tetap dibiarkan oleh pihak terkait maka sangat mungkin bangsa ini kembali dijajah dan tidak lama kemudian akan hancur.(K5-52/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s